Lifehacks Literasi: PIN vs Fingerprint untuk Smart Lock

Ada berbagai macam teknologi yang digunakan pada smart lock. Smart lock sendiri merupakan sistem pintar yang tidak konvensional (menggunakan kunci) untuk membuka akses (pintu atau gate).

Dua di antara banyak teknologi yang diintegrasikan adalah penggunaan PIN dan pemindaian biometric berupa sidik jari atau fingerprint.

Pasti anda sudah banyak menelan rumah-rumah, kantor-kantor atau gedung-gedung yang menggunakan dua teknologi tersebut untuk akses masuk, bukan?

Sekarang kalau anda tertarik menggunakan salah satu dari PIN vs fingerprint untuk smart lock, perlu mengetahui berbagai aspek berikut ini. Setelah itu, pertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan anda.

Memahami Cara Kerja

Perbedaan utama PIN vs fingerprint untuk smart lock bisa dilihat dari cara kerja keduanya. Berikut penjelasannya:

1. PIN

Sederhananya, PIN adalah metode klasik yang telah lama digunakan untuk melindungi perangkat atau kartu. Biasanya berupa kombinasi angka yang diatur dan dimasukkan sendiri oleh pengguna untuk membuka kunci.

PIN dapat terdiri dari empat hingga 10 digit, tergantung pada perangkat dan pengaturannya. Tidak ada jumlah pasti.

2. Fingerprint

Fingerprint atau sidik jari adalah fitur biometrik yang membuat setiap orang unik. Karena itu, fingerprint tidak mudah dipalsukan atau disalin seperti PIN.

Fingerprint sebenarnya pengembangan dari pemindaian telapak tangan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Namun, dahulu mekanismenya masih sangat sederhana.

Telapak tangan seseorang di foto kemudian dijadikan database. Kalau seseorang mau masuk, mereka harus menempelkan telapak tangannya untuk difoto.

Sistem komputer yang masih sederhana saat itu akan membandingkan foto telapak tangan itu dengan yang ada di database.

Bisa ditebak, begitu banyak kegagalan sistem. Belum lagi jika memang terjadi perubahan fisiologis pada tangan karena berbagai hal. Sementara sistem fingerprint saat ini sudah sangat canggih dengan sensor tingkat tinggi.

Kecepatan Penggunaan

Karena menggunakan metode yang berbeda untuk membuka kunci, PIN vs fingerprint untuk smart lock punya kecepatan pemakaian yang berbeda-beda:

1. PIN

Anda harus mengingat angka-angka dan memasukkannya setiap kali, yang agak merepotkan dan memakan waktu. Bisa dibilang secara kecepatan, PIN sedikit lebih lambat ketimbang memakai fingerprint.

2. Fingerprint

Menggunakan Fingerprint sangat nyaman dan cepat, karena anda tidak perlu mengingat atau memasukkan angka atau huruf apa pun.

Namun perlu diingat juga kalau menggunakan sidik jari berarti kita mempercayakan sepenuhnya kepada sensor.

Masalahnya, sensor juga bisa eror karena berbagai hal. Ini juga yang akan mempengaruhi kecepatan pemakaian fingerprint untuk smart lock.

Akses

Dari segi akses yang dipakai setiap pengguna juga ada perbedaan. Lebih lengkapnya akan dijelaskan di poin berikut ini:

1. PIN

Untuk smart lock yang menggunakan PIN, anda hanya butuh membuat satu buah urutan angka sebagai PIN. Setelah itu, semua orang yang diberikan izin masuk ruangan diberitahukan urutan angka tersebut.

2. Fingerprint

Sementara fingerprint, setiap orang yang diberikan izin memasuki ruangan, perlu mendaftarkan sidik jari mereka sebagai kunci membuka akses/pintu.

Konsep ini sebetulnya sama saja seperti sistem penguncian konvensional. Bedanya, anda tidak butuh kunci fisik melainkan sudah menempel di tubuh dan anda bawa setiap hari.

Keamanan

Kedua teknologi ini disematkan di smart lock sebenarnya tujuannya sama, untuk meningkatkan keamanan. Namun, PIN vs fingerprint untuk smart lock ini punya tingkat keamanan yang sedikit berbeda.

1. PIN

Dengan variasi PIN yang kita buat, harapannya orang yang tidak bertanggung jawab akan kebingungan dalam membuka akses. Tapi namanya kejahatan, kan, bukan ditempuh dengan jalur normal, bukan?

Alhasil, banyak orang yang tidak bertanggung jawab memiliki berbagai cara. Yang cukup rentan adalah PIN dapat ditebak atau diintip, misalnya melalui pengamatan atau sidik jari yang tertinggal di layar.

Jika anda tetap ingin menggunakan metode ini, sebaiknya jangan pernah menggunakan kombinasi seperti tanggal lahir atau urutan angka seperti 1234. Ini Pun masih rentan untuk diretas.

2. Fingerprint

Dari penjelasan masalah keamanan menggunakan PIN untuk akses smart lock kita bisa ketahui bahwa subjeknya ada di sidik jari. Lantas, masalah ini tentu ditemukan untuk membuka akses yang benar-benar menggunakan sidik jari, dong.

Perlu diingat, kita meninggalkan sidik jari di mana-mana: di gagang pintu, di cangkir, di keyboard, di perabot, di layar ponsel, dan lain sebagainya.

Akibatnya, ada banyak sekali tempat yang dapat digunakan peretas untuk mendapatkan “kata sandi” yang seharusnya aman.

Dan sekali lagi dijelaskan, orang yang tidak bertanggung jawab (maling) tentu tidak akan menggunakan cara konvensional untuk membobol keamanan, bukan?

Bahkan keahlian menyalin sidik jari yang biasanya dipakai petugas forensik juga bisa mereka pelajari untuk melakukan kejahatan.

Masalah yang Sering Ditemukan

Namanya sebuah teknologi, pasti ada saja masalahnya. Tak terkecuali di PIN dan Fingerprint untuk akses smart lock. Kita lihat masalah masiang dan bagaimana memecahkannya:

1. PIN

Tombol untuk memasukkan PIN seringkali bermasalah. Tergantung jenis tombol apa yang dipakai, bisa layar sentuh atau tombol fisi, keduanya jika kotor bisa membuat salah memasukkan PIN.

Kesalahan dalam memasukkan PIN bisa membuat terblokir. Jika hanya sementara, tidak masalah. Namun kalau terblokir permanen, mau tidak mau anda mereset ulang.

Ketika terblokir permanen, anda bisa menggunakan kunci fisik yang biasanya disediakan oleh produsen untuk membuka pintu/akses.

Namun, anda tetap harus memperbaiki (membuka) keterblokiran sistem jika ingin menggunakan PIN lagi sebagai sandi.

2. Fingerprint

Sensor dapat kotor atau rusak, yang membuat pengenalan sidik jari menjadi sulit atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Ini masalahnya juga sama seperti yang ditemukan di PIN. (Oke, khusus poin ini ita ganti. Bukan perbedaan masalah PIN vs Fingerprint untuk Smart Lock. Tapi persamaan).

Ketika beberapa kali dicoba dan tidak berhasil, pintu atau akses bisa terkunci sementara. Jika beberapa kali terblokir, bisa terblokir permanen.

Akhirnya, butuh kunci fisik untuk membukanya dan anda tetap harus mengurus pemblokiran tersebut kalau mau menggunakan fingerprint lagi. Ribet.

Panduan Memilih PIN vs Fingerprint untuk Smart Lock

Dari berbagai perbedaan (dan persamaan) PIN vs Fingerprint untuk smart lock di atas, sekarang saatnya anda menentukan yang paling pas.

Kita ingatkan kembali, semua teknologi punya kelebihan dan kekurangannya. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Untuk mempermudah memilihnya, kita akan membantu memberikan beberapa poin pertimbangan berikut ini:

1. Pertimbangkan Kecepatan

Kalau anda setiap hari diburu oleh waktu dan bukan orang yang suka bersiap satu jam sebelum keberangkatan, menggunakan fingerprint akan lebih baik.

Tapi kalau anda adalah orang yang teratur, well-prepared dan karenanya jadi agak santai, menggunakan PIN bisa dippertimbangkan.

2. Daya Ingat

Serius, ini tidak bercanda. Sudah berapa ratus, bahkan ribu atau juta, kejadian sebuah smart lock terkunci karena pemilik rumah berulang kali lupa memasukkan kata kunci.

In bisa diakali dengan meletakkan PIN di ponsel anda. Tapi, bukannya ini malah membuat ribet. ya? Fungsi smart lock yang memudahkan jadi tidak sesuai.

Jadi kalau anda sudah memiliki masalah daya ingat, lebih baik menggunakan fingerprint untuk smart lock.

Alternatifnya menggunakan kartu RFID. RFID vs Fingerprint untuk smart lock bisa anda baca di tautan yang kami sematkan.

3. Tujuan dan Jumlah Pengguna

Dari perbedaan PIN vs Fingerprint untuk smart lock pada aspek akses sudah dijelaskan, PIN merupakan satu kunci yang digunakan semua orang. Sementara fingerprint adalah setiap orang memiliki kunci untuk akses.

Tak hanya di rumah, penggunaan PIN atau fingerprint untuk membuka akses bisa dipakai di berbagai tempat seperti kantor, toko, dan lain sebagainya.

Untuk memilih yang efektif, disarankan melihat berapa jumlah penggunanya. Misalnya dalam satu kantor ada 100 orang yang masuk melalui akses smart lock yang sama.

Menggunakan PIN akan merepotkan karena butuh waktu. Jadi, lebih baik memakai fingerprint agar setiap orang bisa berlalu lalang dengan mudah.

Namun, pastikan sensor fingerprint tetap bersih mengingat ada ratusan orang yang memakai. Sensor yang kotor membuat keterbacaan menjadi susah. Bisa jadi malah terblokir kalau salah berkali-kali.

4. Keamanan

Selanjutnya juga petimbangkan keamanannya. PIN untuk smart lock umumnya pendek, hanya 4 sampai 5 digit. Gunakan kombinasi angka dan simbol agar tak mudah dibobol. Meski begitu, tetap ada potensi pembobolan.

Jadi kalau memang lingkungan anda terbuka dan orang mudah mengakses ke pintu rumah, lebih baik menggunakan fingerprint dimana “kunci” selalu melekat di tangan anda.

Ya, fingerprint bukan sama sekali bebas dari peretasan. Namun setidaknya, butuh effort lebih untuk membobol (kecuali jika pintu dibobol dengan cara dirusak).

5. Biaya

Terakhir tentu saja sola biaya. Secara umum, dua teknologi ini punya kecanggihan yang sama. Artinya, harganya tidak jauh berbeda di pasaran.

Namun karena membutuhkan penyimpanan data sidik jari, biasanya smart lock dengan fingerprint akan agak sedkit leih mahak keitmbang PIN untuk satuan pcs-nya.

Ini perlu jadi peritmbangan kalau anda menggunakannya dalam jumalh banyak. Semakin banyak, margin harga smart lock dengan fingerprint dibanding PIN akan semakin besar.

Idealnya, ditentukan terlebih dahulu kebutuhan-kebutuhan berdasarkan pertimbangan yang sudah dijelaskan di atas. Tentukan mana prioritasnya. Baru setelah itu, estimasikan biaya pembelian dan pemasangannya.

Pilihan Alternatif: Menggabungkan Keduanya

Industri smart lock terus berkembang. Banyak produsen yang tidak hanya mengintegrasikan satu teknologi, tapi bisa 2 bahkan 3 ke dalamnya.

Anda bisa memilih smart lock dengan akses PIN dan fingerprint sekaligus. Ini bisa jadi alternatif buat anda untuk meningkatkan keamanan. Selain itu, juga untuk meminimalisir masing-masing kekurangannya.

Namun, adanya dua teknologi dalam satu produk artinya harganya pasti lebih mahal. Kembali lagi ke soal biaya.

Tentukan dulu prioritas pemakaian anda. Hitung jumlah serta total harga dan marginnya, baru sesuaikan dengan budget yang anda punya.  

fakhri

Fakhri adalah seorang Content Writer dengan Pengalaman lebih dari 5 tahun. Saat ini bekerja di Dimulti Indonesia sebagai penulis konten di website dengan Niche teknologi. Ia bekerja sama dengan para ahli dalam membuat konten.

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *