Lifehacks Literasi: RFID vs Fingerprint untuk Smart Lock

Sejarah sistem penguncian yang begitu panjang bermuara ke penerapan teknologi di zaman modern. Sistem ini dikenal dengan smart lock. Saat ini, dua sistem smart lock yang sangat umum ditemukan adalah RFID vs Fingerprint.

RFID lebih dulu muncul dalam sejarah smart lock. Namun, pemindaian biometric menggunakan tangan (dulu masih pakai telapak tangan), bahkan sudah lebih dulu diteliti dan digunakan terbatas.

Pada dasarnya, keduanya sangat membantu dalam kehidupan. Membuat kehidupan lebih efisien, nyaman, dan bahkan lebih tenang dan aman.

Meski begitu, layaknya dua teknologi yang berbeda, perbedaan RFID vs Fingerprint untuk smart lock ini nyata. Mulai dari cara kerjanya, hingga biaya instalasinya. Kita akan bahas semuanya disini.

Cara Kerja

Perbedaan RFID vs Fingerprint sebenarnya sudah bisa kita lihat dari cara kerjanya. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. RFID

RFID adalah kepanjangan dari Radio Frequency Identification. Seperti namanya, teknologi ini menggunakan gelombag elektromagnetik berupa frekuensi radio untuk menjalankan sistemnya.

Dalam sistem RFID, memungkinkan pengguna tidak bersentuhan langsung dengan objek. Hanya dari jarak dekat, reader bisa membaca tag yang ada dalam kartu/fob.

Dari penjelasan di atas, kita bisa mengetahui komponen RFID itu secara umum ada dua, reader dan kartu (fob) yang berisi tag. Dan sudah tentu, keduanya dibekali basis data untuk bisa saling berinteraksi.

Tag adalah “identitas” yang menempel pada objek. Di dalam tag terdapat dua elemen, yakni  Microchip berisi informasi atau ID unik serta Antena yang menerima dan memantulkan sinyal.

Sementara reader memancarkan gelombang radio dan menerima kembali sinyal respons dari tag. Saat tag terbaca oleh reader, informasi dikirim ke sistem backend untuk diproses lebih lanjut.

2. Fingerprint

Kita sedikit tarik ke belakang soal sejarah smart lock. Fingerptint yang merupkaan bagian dari pemindaian biometric ini memiliki akar sejarah yang cukup unik.

Dahulu, pemindaian belum menggunakan sensor, hanya tangan yang difoto lalu disimpan dalam database. Jadi, setiap orang yang mau masuk, harus mem-foto telapak tangannya dan dibandingkan dengan yang ada di database.

Dan bisa ditebak, sistem seperti ini tidak bertahan lama. Begitu banyak “tangan-tangan palsu” yang berhasil menerobos sistem penguncian ini.

Dan bisa dibayangkan, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada telapak tangan yang membuat bentuknya sedikit berubah?

Pengembangan kemudian dilakukan untuk membuat sistem yang lebih canggih. Saat ini, fingerprint memanfaatkan pola unik sidik jari (tonjolan dan lembah) menggunakan sensor optik, kapasitif, atau ultrasonik, yang kemudian diubah menjadi data digital.

Seperti dijelaskan, jari tangan manusia memiliki pola unik yang berbeda satu dengan lainnya. Identifikasi sidik jari ini bahkan digunakan di dunia yang lebih luas, seperti forensik untuk kebutuhan autopsi, pendalaman kasus dan sebagainya.

Kecepatan Pemrosesan Data

Sebenarnya tidak ada yang berbeda dari RFID vs fingerprint untuk smart lock dalam poin ini karena keduanya punya kecepatan. Hanya 1 sampai 3 detik, pintu sudah terbuka.

Yang jadi masalah, kecepatan ini bisa terhambat karena faktor masing-masing. Pada sidik jari, kalau jari tangan kita kotor atau basah, kecepatan pemrosesan data berkurang.

Sementara pada sistem RFID terutama yang memakai kartu, tag yang tidak responsif atau kesalahan teknis dalam fob atau readernya bisa membuat kecepatan berkurang (kartu yang kotor bukan masalah).

Namun justru karena kecepatan pemrosesan datanya berkurang, kita perlu waspada bisa jadi alat tersebut sudah rusak. Dan kalau rusak, ada  harga yang perlu dikeluarkan untuk memperbaikinya.

Hal ini sedikit berbeda dengan sistem fingerprint dimana ketika terjadi delay, belum tentu karena ada masalah sistem.

Keamanan

Sama seperti sebelumnya, tidak ada perbedaan RFID vs Fingerprint untuk smart lock yang signifikan dalam keamanan.

Namun, kita bisa mengidentifikasinya lebih lanjut dari cara kerjanya. RFID itu mirip dengan WhatsApp atau aplikasi chatting lainnya yang mengenkripsi data untuk keamanan.

Namun masalahnya, sama seperti aplikasi chatting lainnya, potensi peretasan itu tetap ada. Bagaimanapun, jika seseorang sudah berniat jahat, pasti akan menemukan celah kecanggihan teknologi.

Sementara dalam sistem fingerprint, kuncinya ada di tangan kita. Dan seperti dijelaskan sebelumnya, pola pada jari setiap manusia itu berbeda. Ini yang membuat sistem fingerprint lebih sulit diduplikasi.

Peralatan yang Dibutuhkan

Kembali lagi, kita bisa menganalisa poin ini dengan memahami cara kerja RFID vs Fingerprint masing-masing.

Seperti dijelaskan, RFID membutuhkan fob atau kartu dan reader supaya bisa bekerja. Sementara di sistem fingerprint, cukup paket gagang handle pintu yang terpasang karena “kuncinya” ada di jari kita.

Tenang saja, cuma beda ada dan tidak ada kartu. Berapa sih, ukuran kartunya? seperti kartu pada umumnya. Kalau anda sering menginap di hotel, mungkin sudah tidak asing dengan kunci berbentuk kartu seperti ini.

Yang perlu diperhatikan adalah penyimpanannya. Karena berukuran kecil dan pipih, kartu tag RFID untuk smart lock bisa terselip dan hilang.

Meski biasanya perusahaan menyediakan spare part nya, tapi kehilangan ini bisa jadi bahaya karena jika ditemukan oleh orang lain, ia bisa dengan mudah masuk ke rumah atau ruangan kita.

Penambahan Akses

RFID merupakan sistem universal. Tag dalam sebuah kartu bisa diduplikasi ke dalam kartu lainnya. Dengan demikian, dua orang bisa memasuki ruangan atau rumah yang sama.

Jika mau ditambahkan aksesnya, tinggal buat sejumlah kebutuhan. Kalau ada 100 orang yang boleh mengakses ruangan, berarti kuat 100 fobnya.

Berbeda dengan sistem fingerprint dimana setiap orang harus mendaftarkan sidik jarinya pada sistem. Setiap jari perlu dipindai supaya bisa mendapatkan akses ke ruangan.

Proses pemindaiannya juga memakan waktu, sekitar 5 sampai 15 menit, apalagi kalau setiap orang mau menambahkan jari lainnya.

Meski begitu, ketika sudah terpasang, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Tidak khawatir kunci hilang. Perawatannya juga jauh lebih sederhana.

Panduan Memilih RFID vs Fingerprint untuk Smart Lock

Faktanya, sampai saat ini baik RFID maupun fingerprint masih sama-sama digunakan sebagai teknologi smart lock. Artinya, keduanya punya kelebihan dan kekurangan yang dipertimbangkan oleh penggunanya.

Untuk memudahkan anda dalam memilih antara RFID vs Fingerprint untuk smart lock, berikut ini beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan:

1. Kondisi Lingkungan

Kita sama-sama setuju bahwa keamanan adalah nomor satu. Jadi, bijaknya pertama kali yang perlu jadi petimbangan dalam memlilih RFID vs fingerprint adalah keamanan keduanya.

Tadi sudah dijelaskan kalau fingerprint lebih sulit diretas ketimbang RFID. Tapi masalahnya, keamanan itu bukan hanya soal teknologi, tapi kesempatan.

Jadi, lihat baik-baik lingkungan tempat anda akan memasang sistem smart lock. Jika rentan kejahatan, bahkan anda mungkin perlu menambahkan sistem keamanan gembok konvensional.

Berbeda jika anda tinggal di perumahan one gate yang dijaga security 24 jam. Mau pakai RFID atau fingerprint, bebas saja. Cukup mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.

2. Tujuan Penggunaan

Jika diperhatikan dengan seksama, lokasi penggunaan sistem RFID dan fingerprint ini berbeda dalam kehidupan.

RFID banyak digunakan di lokasi-lokasi yang banyak diakses orang seperti kantor, rumah sakit, hotel dan sebagainya.

Sementara fingerprint digunakan untuk lokasi yang lebih personal seperti rumah, apartemen, atau kantor dengan skala yang kecil.

Mengapa demikian? kita bisa lihat dari faktor penambahan akses tadi. RFID lebih mudah dan cepat membuat duplikatnya. Semakin banyak orang, butuh sistem yang cepat.

Selain itu, ini juga jadi keamanan buat penggunanya. Menggunakan sistem fingerprint artinya kita memberikan data diri kita ke sistem.

Kalau rumah pribadi, mungkin tidak masalah. Tapi kalau hotel yang hanya sesekali kita kunjungi (dan belum tentu selalu dapat kamar yang sama), bisa membuat resah.

Tentu kita tidak berburuk sangka kepada pihak hotel tersebut. Pun mereka bisa dikenakan sanksi dan hukuman pidana jika melakukan pelanggaran etik ini. Namun sekali lagi, kejahatan ada karena ada kesempatan.

3. Kondisi Kesehatan Ingatan Anda

Agak kasar? ya! Tapi ini demi keselamatan dan keamanan anda. Intinya, kalau anda adalah orang yang pelupa, jangan pernah menggunakan RFID apalagi tag berbentuk kartu. Kalau hilang, orang lain bisa dengan mudah masuk ke rumah atau ruangan anda.

Pun begitu kalau rumah anda kebanyakan diisi oleh orang lanjut usia. Lebih baik mengintegrasikan sistem fingerprint yang sepanjang hidup menempel di tubuh kita.

4. Ketersediaan Aksesoris Pendukung

Khususnya di Indonesia, perkembangan teknologi apapun bentuknya itu kurang merata. Ini bukan tentang mendiskreditkan sebuah wilayah.

Tapi faktanya, sistem modern yang sudah lama ada ini masih belum tersedia di pedalaman-pedalaman wilayah tertentu.

Jika anda berada di wilayah seperti ini, mungkin akan kesulitan. Pun kalau ada, aksesorisnya mungkin akan susah ditemukan.

Tapi kalau memang betul-betul dibutuhkan, lebih baik menggunakan sistem fingerprint yang tidak rawan hilang seperti RFID. Perawatannya juga mudah.

5. Kebersihan Tubuh

Sistem fingerprint sangat sensitif. Anda benar-benar harus menjaga jari tangan anda tetap bersih supaya sistem ini bisa digunakan.

Tenang, ini bukan tulisan untuk mendiskreditkan anda yang kurang menjaga kebersihan. Tapi poin ini lebih tepatnya jika anda setiap hari beraktivitas yang butuh berkotor-kotoran.

Kalau seperti ini, lebih praktis menggunakan RFID. Tanpa harus menyentuh gagang pintu terlebih dahulu, anda bisa membuka dan masuk ke ruangan dengan mudah.

6. Ketersediaan Biaya

Pertimbangan memilih RFID vs Fingerprint untuk smart lock yang terakhir tentu saja ketersediaan biaya atau budget yang anda punya.

Singkatnya, sisem fingerprint lebih mahal keitmbang RFID. Hal ini karena kompleksitas instalasi dan sistem pemindaian di dalamnya.

Apalagi jika anda menggunakan sistem dengan dukungan penyimpanan cukup besar. Sudah pasti akan bertambah lagi biayanya.

Kesimpulan

Kesimpulannya, tidak ada yang lebih baik antara sistem RFID vs Fingerprint untuk smart lock. Semuanya tergantung kebutuhan anda. Karena faktanya, hingga saat ini keduanya masih digunakan.

Untuk meningkatkan keamanan dan menambah kemudahan (dan jika budget memadai), lebih baik menggunakan sistem smart lock yang mendukung dua teknologi.

Misalnya, gunakan smart lock yang mendukung fingerprint serta password atau PIN. Jadi jika suatu saat pemindaian susah dilakukan, anda tinggal memasukkan password. Lebih efisien dan, percayalah, kecepatan membuka pintu itu terkadang bisa mengubah nasib kita.

Begitu sebaliknya, jika memasukkan password berkali-kali dan salah lalu terblokir (biasanya 3 hingga 5 kali), kita bisa menggunakan fingerprint untuk membuka akses.

Hal ini berlaku untuk teknologi RFID (beberapa smart lock ada yang menggabungkan RFID dengan fingerprint atau PIN). 

fakhri

Fakhri adalah seorang Content Writer dengan Pengalaman lebih dari 5 tahun. Saat ini bekerja di Dimulti Indonesia sebagai penulis konten di website dengan Niche teknologi. Ia bekerja sama dengan para ahli dalam membuat konten.

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *