Literasi Lifehacks: Zigbee vs Wifi, Mana yang Cocok untuk Smart Home?

Istilah smart home saat ini semakin sering terdengar seiring berkembangnya teknologi. Pada dasarnya, konsep ini dibuat untuk semakin memudahkan kita dalam beraktivitas di rumah.

Sama seperti istilah-istilah “smart” lainnya, smart home menggunakan berbagai jenis teknologi. Salah satu di antaranya untuk menghubungkan antar perangkat.

Teknologi yang menghubungkan antar perangkat ini juga banyak. Yang paling populer saat ini adalah penggunaan Wifi dan Zigbee.

Wifi mungkin tidak asing di telinga kita orang awam. Lalu, bagaimana dengan Zigbee? Lantas, mana yang lebih baik antara Zigbee vs Wifi untuk membangun smart home? Kita akan membahas semuanya disini.

Pengertian Smart Home

Smart Home adalah konsep rumah yang terhubung dengan sistem Internet of Thing (IoT). Nah, kan, ada satu lagi istilah yang harus dipahami.

Tenang, tidak perlu bingung. Pada intinya, Internet of Thing adalah istilah untuk menggambarkan setiap perangkat yang saling terhubung menggunakan jaringan internet.

Kesimpulannya, Smart Home adalah home appliance atau semua perangkat yang ada di dalam rumah yang bisa saling terhubung menggunakan jaringan internet.

Jaringan internet sendiri menggunakan frekuensi radio (gelombang elektromagnetik yang kurang dari 3000 GHz) dalam operasionalnya.

Apa Itu Wifi?

WiFi adalah teknologi nirkabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer, tablet, smartphone, dan perangkat lainnya ke internet.

WiFi mengirimkan sinyal radio dari router ke perangkat terdekat. Kemudian perangkat tersebut menerjemahkan sinyal menjadi data yang dapat anda lihat dan gunakan. 

Perangkat tersebut kemudian mengirimkan sinyal radio kembali ke router, yang terhubung ke internet melalui kabel.

Apa Itu Zigbee?

Zigbee adalah teknologi wireless atau nirkabel yang menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan atau mentransmisikan data.

Pada dasarnya, cara kerjanya sama saja seperti Wifi. Perbedaannya, kebanyakan teknologi Zigbee tidak terhubung ke internet. Jadi, perpindahan data hanya bisa terjadi antar perangkat yang terhubung. Tidak seperti Wifi dimana anda bisa mengakses banyak data dari browser internet.

Perbandingan Zigbee vs Wifi

Meski perbandingan Zigbee vs Wifi sudah sangat jelas karena pada dasarnya Zigbee merupakan bentuk lebih sederhana dari Wifi, beberapa hal ini perlu anda ketahui dan pertimbangkan untuk membangun Smart Home.

1. Penggunaan Frekuensi Radio

Hal dasar dari perbedaan Zigbee vs Wifi adalah penggunaan pita frekuensi radio. Zigbee menggunakan frekuensi 2,4 GHz bahkan kurang. Smeentara Wifi, meski masih ada yang menggunakan frkeunsi 2,4 GHz, bisa memakai hingga 60 GHz.

Sejarah wifi mencatat, penggunaan frekuensi 60 GHz umumnya digunakan untuk kebutuhan militer. Sementara untuk kebutuhan komersial termasuk smart home, Wifi 7 dengan frekuensi 7 GHz adalah yang terbaru.

2. Kecepatan Transmisi Data

Perbedaan penggunaan frekuensi di atas sangat berpengaruh terhadap kecepatan transmisi data. Tapi membahas soal ini, kita harus menganggap bahwa ukuran datanya sama.

Secara teori, Zigbee memiliki kecepatan transmisi data hanya 250 Kbps. Bandingkan dengan wifi yang mampu mengirim data hingga kecepatan 100 Mbps. Kecepatan ini yang juga jadi bahan promosi penyedia layanan internet wifi.

3. Keamanan Data

Poin ini yang banyajk jadi peritmbangan prang membanfun smart home menggunakan perangkat denganteknoogi Zigbee.

Frekuensi radio yang besar memang menghasilkan kecepatan yang jauh lebih cepat. Tapi karena lebar pita frekuensinya juga besar, kemungkinan interferensi jadi lebih besar. Dengan kata lain, kemungkinan di hack nya juga lebih besar.

Zigbee memang punya kecepatan transmisi data yang rendah. Tapi karena perpindahan data ini bisa dilakukan dari jarak dekat, kemungkinan interferensi sinyalnya lebih kecil, meski memang tidak hilang sama sekali.

4. Jenis Topologi Jaringan

Zigbee menggunakan topologi jaringan yang disebut Mesh. Sementara Wifi menggunakan topologi jaringan yang disebut star.

Mudahnya begini. Topologi jaringan mesh membutuhkan router dan repeater supaya data bisa ditransmisikan. Sementara topologi jaringan star hanya butuh router.

Dengan begitu, jika membangun smart home menggunakan teknologi Zigbee, setidaknya anda membutuhkan dua perangkat yang berfungsi sebagai router dan repeater.

Sementara jika mau mebangun dengan teknologi Wifi, cukup menggunakan router bawaan seperti biasa. Yang juga bisa digunakan untuk akses internet.

5. Jangkauan

Sudah jelas jika wifi memiliki jangkauan yang lebih jauh. Namun, perhatikan juga penggunaannya di dalam rumah bisa menghambat transmisi data.

6. Konsumsi Daya dan Jenis Perangkat

Zigbee jauh lebih hemat ketimbang perangkat dengan teknologi Wifi. Karena itu, kebanyakan home appliance yang menggunakan teknologi ini punya sumber daya hanya dari baterai.

Bandingkan dengan perangkat smart home dengan teknologi wifi seperti smart TV, CCTV dan sebagainya. Kebanyakan menggunakan sambungan listrik untuk menyalakannya, bukan?

7. Jumlah Perangkat yang Bisa Terhubung

Kalau soal ini, tergantung anda membangun jaringan smart home-nya. Misalnya, Wifi bisa digunakan hingga 10 perangkat. Tapi kalau anda berlangganan dengan kecepatan rendah rendah, mungkin hanya 5 perangkat saja yang efektif.

Sementara untuk Zigbee, sangat tergantung berapa jumlah perangkat yang berfungsi sebagai router dan repeater yang anda pasang. Semakin banyak, tentu semakin cepat. Dengan begitu, semakin banyak juga perangkat yang terhubung.

Jadi, Pilih yang Mana?

Masih bingung mau pilih Zigbee vs Wifi meski sudah membaca penjelasan di atas? Baiklah, kita akan bantu jelaskan di poin ini.

1. Kebutuhan Penggunaan Perangkat

Karena pada intinya smart home adalah menghubungkan antar perangkat menggunakan mekanisme wireless, pemilihan Zigbee vs Wifi akan tergantung jenis perangkat dan kebutuhan anda.

Misalnya, anda hanya ingin mengaplikasikan smart home untuk kegiatan entertainment. Perangkat seperti Smart TV, Smart Computer, Ponsel dan Tablet yang jadi kebutuhan. Sudah pasti teknologi wifi yang harus dipilih mengingat data besar yang harus ditransmisikan.

Tapi kalau hanya penggunaan smart door, smart lamp atau smart alarm yang hanya mentransmisikan data dalam bentuk perintah singkat, teknologi zigbee yang paling baik.

2. Pastikan Perangkat Memiliki Teknologi yang Diinginkan

Yang kedua tentu saja anda harus memastikan perangkat yang akan anda gunakan memiliki salah satu di antara kedua teknologi tersebut. Atau bahkan keduanya.

Contoh paling mudahnya adalah smart door. Banyak yang mendefinisikan smart door dengan penggunaan teknologi untuk membuka gagang pintu. Meski begitu, teknologi ini tidak melulu soal wifi atau zigbee.

Pada smart door yang menggunakan sidik jari atau kode, ada beberapa jenis yang tidak sama sekali menggunakan satu di antara keduanya. Murni hanya menggunakan sidik jari atau kode.

Tapi, ada juga yang bisa terhubung ke aplikasi. Anda bisa mengganti kode kunci bahkan membuka pintu sendiri lewat aplikasi tersebut. Kalau seperti ini, barulah menggunakan salah satu di antara teknologi tersebut.

3. Tagihan Listrik dan Kebutuhan Baterai

Kami tegaskan sekali lagi, perangkat smart home dengan teknologi wifi kebanyakan menggunakan aliran listrik langsung. Sementara dengan teknologi zigbee, banyak yang memakai baterai (kecuali router dan repeater).

Keduanya sama-sama mengkonsumsi daya. Dan tentu saja, keduanya membuat anda harus membayar jika mau menggunakannya.

Penggunaan router atau modem wifi memang hanya sedikit memakan biaya listrik. Tapi, ingat biaya langganan internetnya.

Sementara penggunaan zigbee, selain router dan repeater yang juga memakan biaya listrik, anda perlu membeli baterai untuk perangkat lainnya.

Soal ini, kami sarankan anda kembali ke poin yang pertama. Tentukan kebutuhan dan beli peralatan dengan teknologi yang sesuai.

Membangun Smart Home Menggunakan Perangkat Zigbee dan Wifi

Yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah perangkat smart home dengan teknologi zigbee dan wifi tidak bisa digunakan bersama-sama dalam satu rumah? Jawabannya tentu saja bisa.

Namun, anda harus memahami topologi jaringan seperti yang kami sebutkan di atas. Disini, kita akan memandu anda membuatnya:

1. Pasang Router Wifi dan Zigbee

Topologi jaringan mesh pada Zigbee juga membutuhkan router supaya setiap perangkat bisa terhubung, sama seperti Wifi. Di teknologi Zigbee, router ini dikenal dengan nama Hub.

Jadi kalau anda mau menggunakan dua teknologi ini dalam membangun smart home, harus memasang router Wifi (langkahnya sama seperti memasang wifi biasa) serta hub Zigbee.

2. Siapkan Perangkat dengan Teknologi Wifi dan Zigbee

Karena topologi jaringan pada Zigbee harus menggunakan repeater, anda perlu menyiapkan perangkat yang memiliki teknologi Zigbee. Syaratnya, harus yang terpasang langsung ke sumber listrik (ini syarat perangkat repeater dalam topologi jaringan mesh).  

Nah, supaya lebih efisien, pilih perangkat tersebut yang juga memiliki teknologi Wifi. Misalnya, Smart TV yang didalamnya terdapat teknologi Zigbee dan Wifi.

Sembari berperan sebagai repeater jaringan mesh pada Zigbee, anda bisa menggunakannya untuk entertainment yang terhubung dengan router wifi.

3. Pasang Perangkat Zigbee Lainnya

Syarat membangun smart home menggunakan teknologi Zigbee sudah terpenuhi: ada router dan repeater. Sekarang, anda tinggal pasang perangkat Zigbee lain yang menggunakan daya baterai.

4. Pasang perangkat Wifi Lainnya

Tidak perlu khawatir perangkat Wifi dan Zigbee akan saling interferensi karena keduanya menggunakan frekuensi operasi yang berbeda.

Karena itu, kalau anda masih membutuhkan perangkat lain yang terhubung dengan jaringan Wifi, silahkan gunakan saja asal router anda sanggup menangani.

fakhri

Fakhri adalah seorang Content Writer dengan Pengalaman lebih dari 5 tahun. Saat ini bekerja di Dimulti Indonesia sebagai penulis konten di website dengan Niche teknologi. Ia bekerja sama dengan para ahli dalam membuat konten.

All Post | Website