Di balik berbagai aktivitas sederhana seperti membuka pintu kantor, tap kartu transportasi, atau melewati gerbang tol, ada teknologi kecil yang bekerja dalam diam. Namanya RFID.
Banyak orang mengenalnya sebatas chip atau kartu yang ditempelkan ke perangkat, padahal sistem RFID punya mekanisme unik yang membuat proses identifikasi berlangsung cepat tanpa sentuhan.
Nah, lewat tulisan ini Anda akan memahami bagaimana sistem RFID bekerja dari sudut pandang yang mudah dicerna, tanpa perlu latar belakang teknis yang rumit.
Sistem RFID hadir untuk menjawab kebutuhan identifikasi otomatis. Dalam dunia yang terus bergerak menuju otomasi, kemampuan membaca data dalam hitungan detik memberi keuntungan besar.
Anda bisa membayangkan bagaimana ribetnya jika setiap kartu harus digesek seperti zaman dulu. RFID mengubah proses itu menjadi lebih cepat, ringkas, dan efisien.
Apa itu RFID dan Apa Saja Komponennya?

RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi yang memungkinkan proses identifikasi objek menggunakan gelombang radio. Jadi, tidak ada proses kontak langsung antara kartu dan pembaca. Selama ada jarak yang dapat dijangkau sinyal, data bisa ditransmisikan.
RFID digunakan di berbagai industri, mulai dari transportasi, logistik, akses gedung, hingga identifikasi hewan.
Sistem ini memiliki beberapa komponen inti yang bekerja saling melengkapi. Berikut adalah komponennya:
RFID tag
Tag adalah “identitas” yang menempel pada objek. Bentuknya bisa kartu, stiker, label kecil, atau chip mikro yang ditanamkan. Di dalam tag terdapat dua elemen:
- Microchip, berisi informasi atau ID unik
- Antenna, yang menerima dan memantulkan sinyal
Tag RFID terbagi dalam dua kategori umum:
- Tag pasif, tidak memakai baterai dan aktif ketika menerima sinyal pembaca
- Tag aktif, memiliki baterai sendiri sehingga bisa dipindai dari jarak lebih jauh
RFID reader
Perangkat ini bertugas memancarkan gelombang radio dan menerima kembali sinyal respons dari tag. Reader bisa berbentuk pintu elektronik, perangkat genggam, atau antena khusus di area tertentu.
Sistem backend / database
Bagian ini mengolah dan menyimpan data. Saat tag terbaca oleh reader, informasi dikirim ke sistem backend untuk diproses lebih lanjut. Misalnya:
- Memverifikasi identitas pengguna
- Mencatat waktu akses
- Menampilkan data barang dalam sistem inventaris
Ketiga komponen ini bekerja secara otomatis sehingga Anda tidak perlu melakukan interaksi manual seperti memasukkan kartu ke mesin.
Bagaimana Sistem RFID Bekerja?
Supaya Anda bisa mendapat gambaran yang lebih jelas, alur kerjanya bisa dilihat melalui langkah berikut:
- Reader memancarkan sinyal radio ke area tertentu
- Tag menerima sinyal dan mengaktifkan chip internal
- Tag mengirimkan respons berupa ID atau data lain
- Reader menangkap sinyal balasan
- Sistem backend memproses informasi dan menghasilkan output
Contoh outputnya bisa bervariasi tergantung penggunaannya, misalnya saja pintu yang terbuka, status kehadiran yang tercatat, atau daftar barang yang tampil di monitor.
Jenis Frekuensi yang Umum Dipakai dalam Sistem RFID

Frekuensi memainkan peran penting karena menentukan jarak baca dan kecepatan transfer. Anda bisa melihat pembagian frekuensinya pada tabel berikut:
| Jenis Frekuensi | Rentang |
| LF (Low Frequency) | 125-134 kHz |
| HF (High Frequency) | 13.56 MHz |
| UHF (Ultra High Frequency) | 860-960 MHz |
Indonesia memiliki aturan khusus yang menetapkan pita frekuensi untuk perangkat RFID. Ketentuan ini tertuang dalam KEPMEN KOMINFO Nomor 260 Tahun 2024. Berikut daftar pita frekuensi RFID yang ditetapkan dalam regulasi tersebut.
| Pita Frekuensi Radio | Daya Pancar |
| 16 – 150 kHz | < 66 dBµA/m pada jarak 10 meter |
| 6765-6795 kHz | < 42 dBµA/m pada jarak 10 meter |
| 7400-8800 kHz | < 9 dBµA/m pada jarak 10 meter |
| 13.553-13.567 MHz | < 20 dBm ERP atau < 94 dBµA/m pada jarak 10 meter |
| 433-434.79 MHz | < 20 dBM ERP |
| 920-923 MHz | < 26.02 dBm EIRP |
Kenapa Sistem RFID Banyak Dipilih di Industri?

Sistem RFID memberikan banyak nilai lebih dibanding metode identifikasi manual. Beberapa alasan industri masih memilihnya antara lain:
- Proses pembacaan cepat dan minim campur tangan manusia
- Jangkauan baca fleksibel sesuai jenis frekuensi
- Tag bisa bertahan lama meski kondisi lingkungan berat
- Kapasitas data lebih besar dibanding barcode
- Mendukung otomasi skala besar
Keunggulan-keunggulan tersebut membuat RFID sangat cocok digunakan dalam era digital yang serba cepat.
Penutup
Sistem RFID adalah salah satu pilar penting dalam otomasi modern. Dengan cara kerja yang sederhana namun efektif, RFID membantu mempercepat proses identifikasi, mempermudah pelacakan, dan meningkatkan akurasi data di berbagai sektor.
Teknologi ini ada di banyak tempat, mulai dari dompet Anda, kendaraan, hingga gudang logistik besar.