Di usia dini, cara anak belajar bukan hanya melalui pembelajaran baku di kelas, tetapi melalui permain dan kegiatan harian. Melalui permainan dan kegiatan harian sederhana seperti meraba tekstur, menuang air, mencampur warna, atau meremas agar-agar, sudah termasuk salah satu cara untuk melatih perkembangan sensorik anak.
Itulah yang terjadi saat kegiatan sensorik di DIELC Margonda. Anak-anak mengeksplorasi berbagai tekstur, warna, dan hal baru dengan cara yang seru, aman, dan penuh keseruan.
Apa itu Kegiatan Sensorik?
Kegiatan sesorik adalah aktivitas yang membantu anak belajar melalui panca indera mereka. Contohnya seperti bermain pasir, mencium aroma daun, mendengar suara air, atau melihat warna-warna cerah.
Kegiatan yang melibatkan sentuhan, gerakan, suara, dan eksplorasi ini sangat penting untuk membantu otak anak berkembang secara optimal sejak dini.
Kenapa Penting Melatih Sensorik Anak?
Sebagian besar orang dewasa ketika melihat anak kecil bermain air, pasir, atau agar-agar hanya berpikir bahwa itu kegiatan sederhana. Tetapi di balik kegiatan itu, ada proses besar yang terjadi di dalam otak anak.
Berikut beberapa alasan mengapa stimulasi sensorik itu penting
1. Menambah kosa kata dan keterampilan bahasa
Saat anak melakukan kegiatan sensorik, mereka tidak hanya menyetuh atau melihat objek saja, tetapi akan berdialog dengan teman ataupun guru yang mendampingi.
Misalnya, ketika bermain agar-agar, guru mengenalkan kata-kata seperti kenyal, licin, merah, dingin. Dari sini lah, anak belajar mengenal kosa kata baru.
Semakin banyak kegiatan sensorik yang dilakukan, semakin banyak pula bahasa yang dapat mereka ekspresikan.
2. Melatih keterampilan motorik kasar
Beberapa aktivitas sensorik melibatkan gerakan tubuh secara keseluruhan, misalnya:
- Menuang air dari satu wadah ke wadah lain
- Mengaduk bahan
- Berjalan di atas berbagai tekstur
Gerakan-gerakan ini yang dapat membantu anak memperkuat otot besar, meningkatkan keseimbangan, dan melatih koordinasi tubuh anak.
3. Mengembangkan keterampilan motorik halus
Kegiatan seperti meremas adonan, mencubit agar-agar, memegang pensil, atau finger painting sangat berguna untuk melatih otot-otot kecil pada jari dan tangan anak.
Motorik halus yang berkembang dengan baik akan membantu anak dalam keterampilannya melakukan kegiatan sehari-hari. Hal itu penting untuk membentuk kemandiriannya.
4. Mengoptimalkan perkembangan kognitif
Stimulasi sensorik membantu anak belajar dari pengalaman secara nyata. Saat mereka mencampur warna, mereka belajar tentang sebab-akibat, dan saat menuang air, mereka belajar tentang volume dan kontrol.
Kegiatan ini dapat meningkatkan konsentrasi dan cara anak berpikir kritis.
5. Mengontrol emosi
Selain alasan di atas, kegiatan sensorik juga penting untuk mengontrol emosi anak. Proses mengenal beragam tekstur, dan mencoba bermain menggunakan object yang belum pernah digunakan sebelumnya dapat mengajarkan anak untuk mengelola reaksi dan emosinya. Membantu dalam pembentukan regulasi emosi dan rasa percaya diri.
Contoh Kegiatan Sensorik yang Dilakukan di DIELC Margonda
Berikut beberapa kegiatan sensorik yang sudah dilakukan bersama anak-anak di DIELC Margonda:
1. Bermain dengan kopi yang dilarutkan
Pada kegiatan ini, anak mengeksplorasi bubuk kopi yang dilarutkan dengan air. Mengamati perubahan tekstur dan mencium aroma nya, dan menggunakan tangan untuk meraba bagaimana teksturnya.
Kegiatan ini melatih fokus, koordinasi mata-tangan, dan mengenalkan aroma baru yang mungkin belum pernah mereka eksplor sebelumnya
2. Mencari mainan di dalam larutan kopi
Lalu, bubuk kopi yang sudah dilarutkan dengan air diisi dengan mainan-mainan. Mereka mencari dan mengambilnya dengan tangan lalu memindahkan ke wadah yang lainnya.
Kegiatan ini melatih konsentrasi dan keberanian anak saat memindahkan mainan yang ada di dalam larutan kopi ke wadah lain.
3. Meremas agar-agar
Bubuk agar-agar yang dilarutkan dan sudah mengeras dapat digunakan sebagai media sensori. Untuk melatih kekuatan otot tangan dan mengontrol reaksi nya akan hal baru.
4. Mixing Color
Saat anak diberikan beberapa warna dan diminta untuk mencampurkannya, ia akan melihat perubahan warna yang terjadi. Hal ini lah yang melatih sensorik visual mereka dan membantu mengenal konsep sebab-akibat dari hal-hal sederhana.
5. Finger Painting
Di kegiatan ini, anak-anak melukis langsung dengan jari untuk merasakan bagaimana tekstur cat dan bebas mengkreasikan nya di atas kertas.
Kegiatan ini membantu mengembangakn motorik halus, melatih kreativitas, dan meningkatkan rasa percaya diri anak untuk membuat sebuah karya dengan tangan mereka sendiri.

Tips Aman & Menyenangkan Berkegiatan Sensorik
1. Siapkan area khusus bermain
Saat berkegiatan sensorik, sebaiknya gunakan plastik, matras, atau alas dengan bahan yang mudah dibersihkan ketika kegiatan sensorik sudah selesai dilakukan.
2. Selalu dalam pengawasan orang dewasa
Selama berkegiatan, anak perlu selalu didampingi dan dalam pengawasan orang dewasa untuk meminimalisir terjadinya risiko.
3. Gunakan bahan yang aman dan tidak berbahaya
Ketika merancang ide kegiatan sensorik, pastikan semua bahan yang digunakan bebas dari zat berbahaya dan aman jika tidak sengaja masuk ke dalam mulut.
4. Ikuti minat anak
Ketika melakukan kegiatan sensorik, anak lebih tertarik melakukan hal yang belum sesuai dengan instruksi, tidak apa-apa. Biarkan anak bebas mengekplorasi dan mengekspresikan rasa keingintahuannya.
5. Jangan takut berantakan
Ketika sedang berkegiatan sensorik, anak dibebaskan untuk mengeksplor semua bahan dan memang seperti itu prosesnya, jadi jangan takut berantakan.
Penutup
Kegiatan sensorik menjadi bagian dari pembelajaran di DIELC Margonda.
Setiap aktivitas yang dipilih dibuat sesuai dengan tahap perkembangan anak, kebutuhan stimulasi yang sesuai, dan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.Yuk, ikuti serunya berkegiatan sensorik bersama DIELC Margonda by Dimulti Daycare – A Place to Laugh, Learn, and Love.