Siapa yang tidak suka dengan kepraktisan fitur wireless charging? Ponsel, tablet, smartwatch, dan sebagainya cukup diletakkan dan akan mengisi daya sendiri.
Namun, manfaat itu tidak datang begitu saja. Sudah ratusan tahun sejak tonggak sejarah wireless charging berdiri sebelum benar-benar sempurna seperti saat ini.
Buta yang penasaran, kita akan membahas sejarah wireless charging disini berikut berbagai perkembangannya.
Apa Itu Wireless Charging?
Pada dasarnya, wireless charging adalah sistem pengisian daya sebuah perangkat tanpa menggunakan kabel. Lantas, bagaimana listrik bisa dialirkan ke perangkat? Jawabannya dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik.
Alas atau perangkat wireless charging menciptakan medan magnet yang kemudian diubah oleh perangkat yang akan diisi menjadi energy listrik.
Jenis dan Cara Kerja Wireless Charging
Wireless Charging pada dasarnya menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mentransmisikan listrik. Sumber daya ini yang kemudian akan mengisi tenagah di berbagai produk elektronik.
Tapi,seperti kebanyakan teknologi gelombang elektromagnetik lainnya, banyak modifikasi yang lahir, termasuk dalam perkembangan sejarah wireless charging ini.
Wireless charging terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis ini yang mempengaruhi cara kerjanya. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Pengisian Induksi
Pengisian induksi adalah salah satu jenis dan cara kerja wireless charging yang saat ini banyak digunakan di berbagai produk, khususnya telepon seluler dan sejenisnya.
Prinsip kerjanya, energy I listrik ditransmisikan melalui kumparan yang berdekatan, dalam hal ini di perangkat dan perangkat wireless charging itu sendiri.
Namun karena cara kerja wireless charging ini terbatas jarak, maka dikembangkanlah beberwpa metode lainnya yang akan dijelaskan selanjutnya.
2. Pengisian Daya Resonansi
Wireless charging jenis ini menggunakan prinsip transmisi energi listrik memanfaatkan medan magnet berisolasi frekuensi tinggi.
Perbedaan dengan prinsip kerja induksi, transmisi energy ini memanfaatkan frekuensi resonansi dua perangkat yang sama.
Frekuensi resonansi sendiri adalah frekuensi alami suatu benda. Ia akan memancarkan gelombang dengan amplitudo yang sama jika diberikan gaya eksternal. Contohnya adalah gelas yang pecah ketika diberikan bunyi yang keras.
Karena menggunakan frekuensi alami, jarak transmisi gelombangnya lebih jauh. Ini adalah solusi dari sistem transmisi pengisian induksi. Salah satunya saat ini banyak digunakan di Electric Vehicle atau mobil listrik.
3. Pengisian Daya Frekuensi Radio
Frekuensi radio adalah gelombang elektromagnetik yang paling banyak digunakan untuk berbagai teknologi wireless, bukan hanya wireless charging.
Wireless charging menggunakan frekuensi radio tentu saja sangat dimungkinkan. Apalagi kebanyakan teknologi saat ini menggunakan frekuensi radio untuk mentransfer data.
Sejarah Wireless Charging
Sejarah wireless charging cukup menarik. Ditemukan di awal abad 90, tapi produk yang menggunakan teknologi ini baru hadir mendekati 100 tahun kemudian.
Bahkan sejarah wireless charging ini sebenarnya sangat berkaitan dengan sejarah teknologi wireless lainnya, seperti sejarah GSM, Zigbee, Bluetooth dan sebagainya.
1. Penemu Awal: dari Michael Faraday Hingga Tesla
Siapa yang tak mengenal Nikola Tesla? Ilmuan yang terkenal sebagai bapak kelistrikan ini juga jadi sosok di balik sejarah wireless charging.
Namun, tesla terlebih dahulu mempelajari berbagai penelitian ilmiah sebelumnya. Salah satunya adalah Michael Faraday. Bahkan prinsip kerja pengisian induksi seperti dijelaskan sebelumnya, persis seperti yang ditemukan Faraday.
Faraday asalnya mengemukakan cara kerja induksi gelombang elektromagnetik, dimana arus listrik bisa berpindah dari satu kumparan ke kumparan lain saat didekatkan.
Tesla kemudian mengembangkan prinsip tersebut. Sebelum berbagai eksperimen ia lakukan, Tesla membayangkan bagaimana kehidupan masa depan dipenuhi dengan nirkabel. Dan ya, itu terwujud.
Bahkan Tesla juga yang mengembangkan prinsip pengisian daya resonansi. Di tahun 1891, ia mendemonstrasikan transmisi daya nirkabel melalui kopling induktif resonansi menggunakan kumparan Tesla.
Eksperimen Tesla di Menara Wardenclyffe bertujuan untuk mengirimkan energi gratis secara nirkabel melintasi jarak yang sangat jauh. Dan seperti kita ketahui, sistem ini sudah sukses menjadi produk komersial.
2. Produk Elektronik dengan Wireless Charging Pertama
Berbagai penelitian terus dikembangkan oleh peneliti. Namun, jarak dari konsep awal Faraday dan Tesla tentang induksi grlombang elektormagnetik namknya terlalu jauh dengan produk komersial awal yang diciptakan.
Saat ii, jika kita berbicara wireless charging, yang terbayang adalah smartphone, smartwatch, atau bahkan mobil listrik. Tapi kenyataannya, produk komersial yang memanfaatkan teknologi tersebut adalah sikat gigi.
Pada tahun 1985, perusahaan asal Amerika Serikat bernama Daymen meluncurkan produk sikat gigi elektrik bernama Daymen Kolibri. Produk ini dilengkapi dengan sistem pengisian daya nirkabel yang mereka sebut dengan Charger Daymen Catafoam.
Tidak banyak catatan bagaimana antusias pasar menyambut produk tersebut. Meski begitu, ini adalah tonggak sejarah wireless charging untuk produk-produk industri.
3. Peralatan Medis Mulai Menggunakan
Mundur sedikit ke belakang di sekitar tahun 1960 sampai 1970, teknologi wireless charging sebenarnya sudah digunakan untuk keperluan medis, khususnya alat pacu jantung. Namun, produk ini belum dijual secara komersial.
Perangkat-perangkat medis membutuhkan sumber daya yang andal tanpa kabel yang mengganggu, sehingga pengisian daya induktif menjadi pilihan yang tepat.
4. Wireless Power Consortium Didirikan
Di awal abad 20, semakin banyak perusahaan yang mengembangkan produk wireless charging, mau itu produk utama atau produk yang dilengkapi dengan wireless charging.
Masalahnya, setiap perusahaan memiliki teknik berbeda-beda dalam produksinya. Hasilnya, setiap produk tidak saling kompatibel. Pada akhirnya, banyak produk yang tidak laku.
Untuk menjembatani kebutuhan industri, Wireless Power Consortium (WPC) dibentuk di tahun 2008. Tujuannya adalah untuk mengembangkan standar tunggal untuk pengisian daya nirkabel yang memungkinkan kompatibilitas antara berbagai perangkat dari berbagai produsen.
Selama awal-awal pendirian, para anggota WOC terus menggidok standar atau aturan terkait pembuatan produk wireless charging.
5. Ponsel Pertama yang Menggunakan Wireless Charging
Meskipun standar wireless charging dari WPC belum terbit, produsen tetap melakukan pengembangannya sendiri.
Salah satu yang menjadi tonggak sejarah wireless charging paling penting adalah ponsel pertama yang dilengkapi fitur tersebut. Karena, ya, kalau bicara wireless charging, yang pertama terbayang adalah ponsel.
Pada tanggal 9 Januari 2009, Palm, salah satu perusahaan ponsel asal AS, mengumumkan sistem operasi baru webOS dan telepon seluler pertamanya Palm Pre di pameran CES.
Tentu saja, Palm Pre tidak mengadopsi standar wireless charging dari WPC karena saat itu masih dalam tahap penyusunan.
Untuk menikmati fitur pengisian daya nirkabel, pengguna perlu mengganti penutup belakang khusus dan pengisi daya nirkabel Palm Touchstone.
Dengan daya pengisian 5W, dibutuhkan waktu satu jam empat puluh menit untuk mengisi penuh baterai Palm Pre 1150mAh.
Inilah pentingnya standar dalam industri. Saat itu, tidak banyak pengembangan yang dilakukan Palm, pasar juga kurang berminat karena jauh dari hingar bingar media.
Palm merilis versi terbaru Palm Pre Plus di tahun 2010. Tapi hasilnya tetap saja nihil. Ditambah lagi, Apple merilis iPhone 4 yang sudah menggunakan teknologi serupa. Hasilnya, iPhone 4 laku keras dan Palm benar-benar tenggelam.
6. Standar WPC Pertama Dirilis
Butuh hampir 2 tahun untuk WPC menggodok standar wireless charging. D Maret 2010, akhirnya standar tersebut dirilis dengan nama resmi Standar 1.0.
Menariknya, WPC punya logo “Qi”. Karena itu, standar ini wireless charging tersebut lebih dikenal dengan nama Standar Qi (dibaca Chi).
7. Ponsel Pertama yang Menggunakan Standar Wireless Charging WPC
Pada tanggal 8 Agustus 2011, operator Jepang NTT Docomo dan Sharp bersama-sama merilis smartphone SH-13C.
Ini adalah ponsel pengisian daya nirkabel pertama di dunia yang mendukung protokol standar Qi. Setelah itu, produsen-produsen dunia beruntun menerbitkan ponsel dengan fitur wireless charging menggunakan standar Qi.
Pada 30 Oktober 2012, Google meluncurkan Nexus 4, ponsel pintar Android keempat di bawah merek Nexus. Ponsel ini dirancang dan diproduksi oleh LG Electronics dan dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Pro.
Pada bulan November 2012, Nokia merilis Lumia 920, dan pesaingnya pada saat yang sama adalah iPhone 5 dan Samsung S3.
Pada 17 Oktober 2012, HTC meluncurkan ponsel baru. Versi khusus untuk operator Jepang dan Amerika disebut HTC Droid DNA, dan versi domestik disebut HTC Butterfly.
Semua ponsel yang disebutkan di atas, hingga saat ini jadi representative bagaimana searah wireless charging menggunakan standar Qi itu bermula.
8. Inovasi Wireless Charging
Industry smartphone terus berkembang. Tentu saja, pelaku industri juga semakin menyesuaikan kebutuhan pasar.
Awalnya, wireless charging yang umum digunakan menggunakan daya 5W, beberapa menggunakan daya 10W. Semakin besar, semakin cepat dalam proses pengisian.
Pada tanggal 16 Oktober 2018, Huawei merilis ponsel Mate 20 Pro yang mendukung pengisian daya nirkabel 15W. Artinya, proses pengisian dayanya semakin cepat.
Tidak hanya itu, ponsel tersebut juga dilengkapi dengan reverse wireless charging, dimana ponsel tersebut bisa digunakan mengisi daya produk lain seperti air bud dan semacamnya, teknologi yang sama seperti produk wireless pad yang pertama kali dirilis di tahun 2010.
Pada tanggal 24 September 2019, Xiaomi 9pro sekali lagi memecahkan dua rekor, mendukung pengisian daya kilat nirkabel 30W. Sementara pada tanggal 13 April 2020, OPPO Ace 2 dirilis, yang meningkatkan daya pengisian nirkabel menjadi 40W.