Kalau kita bicara sejarah router, mungkin yang terpikir pertama kali adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyambungkan wifi.
Pada dasarnya, cara kerja secara umumnya benar. Namun, itu hanyalah salah satu fungsi router. Karena sejatinya, router juga bisa digunakan untuk menghubungkan satu jaringan ke jaringan lain.
Terlepas dari bagaimana jenisnya, sejarah router ini cukup menarik. Bahkan bisa dibilang, sangat berkaitan dengan sejarah-sejarah teknologi jaringan lainnya seperti wifi, RFID, NFC, dan sebagainya.
Teknologi nirkabel sendiri punya sejarah begitu luas. Aplikasi modern seperti wireless charging pun erat kaitannya dengan sejarah router ini.
Dengan kata lain, sejarah wireless charging dan router, meski fungsinya berbeda, memiliki akar sejarah yang sama.
Kembali lagi ke soal router. Untuk mendapatkan informasi lengkap soal sejarah router, kami merangkum dari banyak sumber sejarah. Dijelaskan disini secara singkat dan mudah dipahami.
Apa Itu Router?
Sederhananya, router adalah sebuah perangkat keras untuk menghubungkan jaringan dari sebuah perangkat ke jaringan lainnya.
Perangkat tersebut memiliki jaringan yang terhubung dengan jaringan router. Jaringan router inilah yang memberikan IP Address ke jaringan perangkat lain.
Router memiliki fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) supaya bisa membuat banyak IP Address yang akan dibagikan ke jaringan yang terhubung dengannya. Inilah mengapa sebuah router bisa terhubung dengan banyak perangkat.
Ada juga router yang memiliki fasilitas NAT (Network Address Translation) dimana perangkat yang terhubung lewat IP Address yang dibagikan router, bisa mensharing IP tersebut ke perangkat lainnya.
Berdasarkan penjelasan di atas, router memang lebih dari sekedar alat untuk menghubungkan perangkat ke jaringan internet.
Karena router juga bisa menghubungkan satu jaringan komputer ke komputer lainnya tanpa akses internet (misalnya untuk mengirimkan file/folder).
Jenis Router
Jenis riter bisa dibedakan dengan banyak hal. Tapi agar lebih mudah, kita membaginya berdasarkan bagaimana cara kerja alat ini dalam mengelola pengiriman data.
1. Router Kabel
Router kabel adalah jenis router yang paling umum, menggunakan kabel ethernet yang dihubungkan ke perangkat (misalnya komputer) supaya perangkat tersebut bisa menerima dan mengirimkan data.
Lantas mengapa tidak langsung saja menggunakan kabel (misalnya HDMI) untuk berkirim data antar dua perangkat? Jawabannya karena router bisa memungkinkan lebih banyak komputer untuk saling berkirim data.
Jika tidak ada internet, penggunaan IP Address Private dari router seperti ini sangat membantu. Selain itu, penggunaan IP Private juga lebih aman. Karena itu, banyak kantor lebih memilih menggunakan router ketimbang jaringan internet supaya komputer setiap karyawan bisa saling terhubung.
2. Router Wifi
Inilah router yang paling banyak ditemukan di rumah-rumah. Berbeda dengan router kabel, router ini memanfaatkan teknologi nirkabel seperti wifi untuk mengirimkan IP Address ke perangkat sehingga perangkat tersebut bisa menerima data, bail jaringan internet maupun jaringan non-internet.
Sejarah Router
Seperti dijelaskan, sejarah router sebenarnya tidak terlepas dari sejarah berbagai perangkat pendukung jaringan lainnya.
Jadi kalau kita bicara sejarah router, harus menarik dari awal bagaimana komunikasi antar perangkat lewat jaringan itu bisa terbentuk.
1. Mulai dari Penemuan Telegraf dan Telepon
Pengiriman data antar perangkat tak terlepas dari bagaimana telegraf dan telepon ditemukan. Karena, ya, sejarah penemuan keduanya yang menandakan bagaimana dua perangkat bisa saling terhubung.
Telegraf dan telepon sama-sama mengirimkan suara. Bedanya, morse yang ditemukan lebih awal oleh Samuel Morse di tahun 1850-an, menggunakan sandi suara untuk berkomunikasi.
Sementara telepon, yang ditemukan Alexander Graham Bell di tahun 1870-an, memungkinkan transfer data suara manusia secara langsung.
Pada dasarnya, keduanya memanfaatkan gelombang elektromagnetik pada listrik di dalam kabel untuk mengirimkan pesan. Dan bisa dibayangkan, berapa panjang kabel yang dibutuhkan untuk komunikasi jarak jauh saat itu.
Tapi, itulah sejarah. Kedua penemuan ini menunjukkan bahwa sebuah pesan tidak melulu harus dikirimkan secara fisik (seperti menggunakan surat atau sinyal asap), tapi bisa melalui gelombang elektromagnetik yang ada di bumi.
Penemuan ini benar-benar masih sederhana. Dalam perkembanganya, para ilmuwan melakukan banyak penelitian hingga akhrnya mucullan berbagai teknologi memnafaatkan gelobang elektromagnetik untuk mengirimkan data, baik itu pesan audio atau visual.
2. Suami Istri yang Kesulitan Menghubungkan Dua Komputer
Melompat jauh hingga seratus tahun ke depan. Diyakini, sejarah router pertama kali ditemukan oleh sepasang suami istri yang kala itu memutar otak bagaimana caranya kedua komputer milik masing-masing bisa saling terhubung.
Sandy Lerner dan Leonard Bosack bekerja di dua departemen berbeda di Stanford University. Keduanya berupaya membuat komputer masing-masing bisa terhubung agar pekerjaan mereka semakin mudah.
Stanford University merupakan kampus yang sangat besar. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau koordinasi antar departemen harus selalu melalui komunikasi fisik.
Lerner dan Bosack sendiri merupakan mahasiswa kampus tersebut. Setelah keduanya lulus di tahun 1981, keduanya bekerja di kampus tersebut.
Percobaan tidak langsung mereka lakukan di kampus. Dengan pengetahuan tentang perkembangan teknologi memanfaatkan gelombang elektromagnetik, mereka membuat sebuah server atau gateway di ruang tamu rumah untuk menghubungkan antar komputer di rumah mereka.
Hasilnya tidak mengecewakan. Memanfaatkan IP Address Private, kedua komputer ini benar-benar bisa berbagi data.
Penemuan ini akhirnya mereka terapkan di tempat mereka bekerja dengan mekanisme yang sama. Dan tentu saja, berhasil.
3. Langsung Membuat Perusahaan
Karena ingin penemuan mereka bisa dirasakan manfaatnya lebih luas, akhirnya keduanya membentuk perusahaan bernama cisco System di tahun 1984.
Nama cisco diambil dari tempat mereka tinggal, yakni di San Fransisco, Amerika Serikat. Sata itu, visi perusahaan memang untuk “menghubungkan” kota San Fransisco melalui teknologi router yang mereka temukan.
4. Produk Router Pertama
Pada tahun 1985, cisco menjual produk pertamanya, sebuah kartu antarmuka jaringan yang diberi nama Advanced Gateway Server (AGS). Dijual untuk komputer milik Digital Equipment Corporation.
Singkat cerita, perusahaan ini menemukan sukses besar dengan penjualan perangkat router. Pada akhirnya di tahun 1987, perusahaan mendapatkan suntikan modal dari Sequoia Capital.
Karena perusahaan ini pemegang saham mayoritas, otomatis hak pimpinan tertinggi jadi milik Sequoia Capital. Perusahaan tersebut menunjuk John Morgridge sebagai CEO di tahun 1987. Sementara Lerner dan Bosack tercatat sebagai founder.
5. Lerner dan Bosack Cabut
John Morgridge mengelola perusahaan dengan baik tetapi tidak akur dengan para pendiri, Lerner dan Bosack.
Pada tahun 1990, tak lama setelah Cisco menjual saham pertamanya kepada publik, Lerner dipecat dari perusahaan, dan Bosack kemudian mengundurkan diri.
Usai cabutnya dua founder perusahaan yang menandai tonggak sejarah router, nama perusahaan pun diubah. Uniknya, perubahan nama tersebut sama sekali tidak menambah atau mengurangi huruf, hanya merubah kata cisco (dengan “c kecil) menjadi Cisco (dengan “C” besar).
Terlepas dari dinamika internal yang melibatkan penemu router itu sendiri, penjualan perangkat tersebut oleh Cisco makin berkembang pesat.
Cisco berkembang pesat di awal tahun 1990-an. Perusahaan memperkenalkan router model 7000 pada tahun 1993.
Pada tahun yang sama mulai mengakuisisi perusahaan lain, membuat perusahaan ini semakin melebarkan sayapnya dalam industri jaringan, tidak hanya menjual router.
Meski begitu, router tetap bertahan dan kita bisa nikmati hingga saat ini. Pemainnya bukan hanya Cisco, tapi banyak perusahaan besar lainnya.