Sejarah remote control menarik dikulik. Betapa tidak, benda berukuran sangat kecil bisa mengontrol mesin-mesin raksasa yang ada di dunia?
Tentu ini menjadi inovasi yang sangat bermanfaat. Apalagi sejak awal penemuannya, zaman tersebut pasti sangat terbantu dengan kehadiran teknologi seperti ini.
Dan yang paling penting, sejarah remote control ini juga menjadi jalan ditemukannya berbagai teknologi lainnya yang memudahkan manusia dalam kehidupan.
Saat ini, remote control adalah benda yang sangat umum sehingga seolah-olah selalu ada. Diletakkan di atas meja kopi, terselip di antara dua bantal, hingga kini bisa digantikan oleh smartphone.
Apa Itu Remote Control?
Pada dasarnya, remote control adalah pengendali elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan mesin dari jarak jauh.
Seperti kita ketahui, berbagai perangkat teknologi tinggi di dunia saat ini menggunakan remote control untuk menjalankan perangkat tersebut.
Televisi, projector, printer, dan banyak perangkat elektronik lainnya yang masih memanfaatkan remote control.
Namun, remote control pun segera memasuki berbagai lini kehidupan. Bahkan, berbagai alat industri kini juga dioperasikan dengan remote control.
Pertanyaannya, bagaimana sejarah remote control ini terjadi? Sebuah benda berukuran kecil yang bisa mengontrol mesin-mesin raksasa?
Sejarah Remote Control
Sejarah remote control tidak terlepas dari penemuan ilmuwan kenamaan dunia, Nikola Tesla. Bagaimana ceritanya? Dihimpun dari berbagai sumber, kita akan membahasnya di artikel ini.
1. Penemuan Nikola Tesla dan Perangkat Awal
Sejarah remote control paling awal adalah apa yang dikembangkan oleh Ilmuwan kenamaan dunia, Nikola Tesla.
Pada tahun 1983, Nikola Tesla mendapatkan paten untuk alat yang didefinisikan sebagai “Metode Alat untuk Mengendalikan Mekanisme Kendaraan Bergerak.”
Selanjutnya pada tahun Pada tahun 1903, Leonardo Torres Quevedo mempresentasikan “Telekino”-nya di Akademi Ilmu Pengetahuan Paris sebelum memperoleh paten di Prancis, Spanyol, Inggris, dan AS.
Telekino terdiri dari robot yang dikendalikan dari jarak jauh yang menjalankan perintah yang ditransmisikan melalui radio.
2. Sejarah Remote Televisi Populer
Jika anda mencari di internet bagaimana sejarah remote control, pasti akan muncul banyak artikel yang membahas perkembangan teknologi remote televisi.
Meskipun pada dasarnya remote control tidak hanya digunakan untuk mengatur televisi, nyatanya televisi dianggap kemajuan yang paling berdampak di dunia. Karena itu, dunia mengenal sejarah remote control tidak bisa terlepas dari perkembangan remote televisi.
Pada awal tahun 1950-an, Eugene Polley dan Robert Adler sama-sama bekerja sebagai insinyur di Zenith Electronics , pemain utama dalam bidang elektronik konsumen di AS.
Nama pertama diketahui menjadi sosok di balik remote control televisi pertama yang diciptakan untuk produk tempatnya bekerja.
Televisi sedang booming saat itu, tetapi penggunaannya masih terbatas. Mengganti saluran, mengatur volume, atau mematikan televisi mengharuskan penonton untuk bangun dan menggunakan kontrol pada televisi. Alasan sederhana mengapa remote control televisi dibuat.
Sebenarnya, upaya untuk membuat remote control televisi sudah ada mengingat perkembangan teknologi radio frekuensi. Namun, masih bergantung dengan perangkat berkabel. Walhasil, sama saja. Anda mau membuat remote televisi tapi remote tersebut harus dicolok ke kabel. Jadi sama-sama repot.
Eugene Polley menciptakan pendekatan baru yang radikal. Tidak menggunakan kabel atau gelombang radio (yang masih tidak stabil untuk penggunaan rumah tangga). Ia merancang sistem berbasis cahaya.
Pada akhirnya di tahun 1955, remote control televisi bernama Flash-Matic diperkenalkan. Remote ini bekerja seperti senter terarah.
Televisi dilengkapi dengan tabung foto yang ditempatkan di sekitar layar. Dengan mengarahkan remote control ke salah satu sel, pengguna memicu tindakan tertentu, seperti menghidupkan atau mematikan TV, mengganti saluran, atau mematikan suara.
Konsumen terpesona oleh kemungkinan mengontrol TV mereka dari jarak jauh. Saat itu, Flash-Matic menjadi simbol modernitas.
Meski segara menjadi barang dan inovasi yang populer, Flash Matic justru segera tenggelam karena keterbatasannya.
Flash-Matic sensitif terhadap cahaya sekitar. Sinar matahari atau pencahayaan dalam ruangan yang terlalu terang terkadang secara tidak sengaja mengaktifkan suatu fungsi.
3. Remote Televisi Menggunakan Sinar Ultrasonik
Rekan polley, Robert Adler, segera menutupi kelemahan Flash Matic yang diciptakan sahabatnya. Robert Adler mengusulkan alternatif berdasarkan gelombang ultrasonik. Idenya menggunakan prinsip mekanis, bukan elektronik.
Di dalam remote control, batang logam kecil akan “dipukul” ketika sebuah tombol ditekan. Setiap batang menghasilkan frekuensi ultrasonik yang berbeda, tidak terdengar oleh telinga manusia, tetapi dapat dideteksi dengan sempurna oleh penerima (receiver) yang terpasang di dalam televisi.
Karena tidak menggunakan cahaya, pendekatan ini menghilangkan interferensi dan memungkinkan pengoperasian yang lebih andal dalam berbagai kondisi rumah tangga.
Diperkenalkan pada tahun 1956 dengan nama Space-Command, remote control televisi buatan Zenith ini segara menjadi simbol baru kemajuan teknologi. Apalagi, perangkat ini tidak membutuhkan baterai untuk mengoperasikannya.
Menekan sebuah tombol sudah cukup untuk menghasilkan sinyal. Setiap perintah sesuai dengan frekuensi yang tepat, yang diinterpretasikan oleh TV sebagai instruksi yang jelas. Bagi penonton, pengalaman menjadi lebih lancar.
Industri benar-benar menemukan harta karun dengan ditemukannya Space Command. Ia menjadi referensi dasar untuk kendali jarak jauh ultrasonic di dunia industri.
Selama lebih dari dua puluh tahun, teknologi ultrasonik yang digunakan untuk remote control televisi terus ditingkatkan, sebelum secara bertahap digantikan oleh solusi lain.
4. Pengembangan Remote Control Infra Merah
Dorongan untuk mengembangkan jenis remote control televisi yang lebih kompleks muncul pada akhir tahun 1970-an.
Saat itu, sebagian besar remote control komersial pada saat itu memiliki fungsi yang terbatas, seperti untuk menunjukkan “stasiun sebelumnya dan berikutnya,” serta menaikkan dan menurunkan volume.
Sayangnya, jenis kontrol ini tidak memenuhi kebutuhan perangkat teletext yang diperkenalkan pada waktu itu. Ini adalah fitur layanan informasi berbasis teks dan grafis sederhana yang memanfaatkan sinyal televisi langsung. Jadi, data “ditumpangkan” di sinyal televisi dan fitur ini ada di remote tv kala itu.
Saat itu, teletext yang semakin populer harus diidentifikasi dengan angka tiga digit. Kontrol jarak jauh untuk memilih halaman teletext membutuhkan lebih banyak tombol.
Di akhir tahun 70-an, perusahaan Amerika Serikat, ITT, sukses mengembangkan remote control televisi berbasis infra merah, teknologi yang sebenarnya sudah cukup banyak digunakan saat itu.
Pada akhirnya, kebutuhan untuk mengakses teletext pada remote televisi bisa dilakukan dengan rancangan seperti ini.
5. Remote Control Universal
Anda pasti pernah mendengar istilah “remote universal” bukan? Ya, satu buah remote control yang bisa digunakan untuk berbagai perangkat.
Cikal bakal dari remote control “universal” ini dikembangkan pada tahun delapan puluhan oleh Steve Wozniak dari Apple.
Ia mendirikan sebuah perusahaan yang merancang unit “Controller of Remote Equipment” (CORE), yang dirilis pada tahun 1987.
Unit CORE dapat “mempelajari” sinyal jarak jauh dari berbagai perangkat lain. Namun, dianggap terlalu rumit bagi pengguna awam untuk memprogramnya.
Pengembangan terus berlanjut hingga akhirnya para pengguna kini dengan mudah mengoperasikan remote control universal tanpa ribet mengkonfigurasi sinyal.
Sebagian besar remote universal yang dijual saat ini berbasis perangkat. Saat menggunakan jenis remote ini, pengguna menekan tombol yang terkait dengan perangkat yang diinginkan untuk dikendalikan, lalu menggunakan tombol-tombol lainnya untuk mengendalikan perangkat tersebut.
Untuk mengontrol perangkat lain, pengguna menekan tombol perangkat yang berbeda dan remote kemudian mengirimkan perintah ke perangkat baru tersebut.
Beberapa remote universal bekerja berdasarkan konsep aktivitas. Saat aktivitas tertentu dipilih, remote universal akan mengirimkan perintah yang diperlukan ke berbagai perangkat untuk menghidupkan dan mengkonfigurasi perangkat yang dibutuhkan untuk aktivitas yang diinginkan.
Remote televisi dengan mekanisme universal seperti ini masih eksis digunakan di banyak rumah, bahkan tetapo bertahan sejak sejarah IoT mulai menancapkan taringnya di dunia dalam rumah.
Dengan demikian, teknologi yang berhasil bukan hanya seberapa canggih sebuah alat, tapi seberapa besar pengaruhnya memecahkan masalah di masayarakat.
Sekilas Tentang Zenith Electronics
Eugene Polley dan Robert Andler merupakan dua sosok yang diyakini sebagai penemu dan pengukir sejarah remote control televisi modern.
Namun, peran keduanya tidak akan berjalan mulus jika tidak didukung oleh perusahaan tempat mereka bekerja (dan idenya pun dari perusahaan ini!).
Zenith Electronics didirikan di Chicago pada tahun 1918, perusahaan ini memulai kiprahnya di bidang radio sebelum menjadi salah satu pelopor televisi Amerika.
Salah satu keunggulan Zenith adalah punya budaya inovasi, dengan investasi besar dalam penelitian dan pengembangan.
Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mendaftarkan banyak paten dan meluncurkan produk-produk yang jauh melampaui zamannya, termasuk televisi, sistem audio, dan teknologi penyiaran.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Zenith memantapkan dirinya sebagai pemain kunci di pasar Amerika Utara. Remote control Space-Command menjadi salah satu simbolnya, bersama dengan televisi kelas atasnya.
Bahkan, penelitian terus berlanjut dan perusahaan ini berkontribusi terhadap pengembangan televisi berwarna dan suara stereo televisi.
Namun, sejak tahun 1980-an dan seterusnya, persaingan internasional semakin intensif. Produsen Asia semakin menguasai pasar, dan biaya produksi meningkat.
Tekanan ekonomi ini secara bertahap mendorong Zenith untuk bergabung dengan grup Korea Selatan, LG Electronics.
Setelah mengakuisisi saham mayoritas pada tahun 1990-an, LG membeli Zenith sepenuhnya pada tahun 1999.
Perusahaan bersejarah ini berhenti beroperasi sebagai produsen independen, tetapi warisan teknologinya tetap hidup. Saat ini, nama Zenith tetap ada dalam beberapa lini produk LG tertentu.