Lifehacks Literasi: Sejarah LAN

Hampir setiap hari kita menggunakan jaringan internet. Baik itu melalui jaringan seluler lewat telepon genggam, maupun router (wifi dan kabel Ethernet).

Internet banyak manfaatnya, sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, kemunculannya tak lepas dari sejarah LAN yang membantu banyak penelitian di dunia.

Sejarah LAN lah yang jadi pondasi setiap perangkat bisa terhubung satu sama lain. Dan sejarah ini, juga jadi pondasi bagi banyak sistem jaringan penghubung di dunia saat ini.

Apa Itu LAN?

LAN adalah singkatan dari Local Area Network. Ini adalah sistem jaringan yang menghubungkan antar perangkat dalam cakupan lokal.

Cakupan lokal ini sebenarnya tidak bisa didefinisikan sebagai jarak. Karena semuanya juga tergantung kondisi wilayah yang dikoneksikan dengan LAN.

Misalnya, sebuah ruangan berukuran lapangan bola tanpa sekat menggunakan jaringan LAN untuk menghubungkan satu komputer di ujung dan komputer di ujung lainnya.

Rumah berukuran 5X8 meter pun bisa menggunakan jaringan LAN untuk menghubungkan komputer di ruang kerja dengan ponsel yang ada di kamar tidur.

Jadi, konsep jaringan lokal ini sebenarnya kembali ke server pusat, baik itu switch maupun router. Untuk mengetahui perbedaan switch vs router, anda bisa membacanya di tautan yang dicantumkan.

Fungsi LAN

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa LAN diciptakan untuk membuat dua atau lebih perangkat bisa saling berhubungan. Seiring perkembangan sejarah LAN, sistem ini bisa menggunakan jaringan internet untuk akses semakin luas.

Pada intinya, LAN mempermudah komunikasi antar perangkat. Dengan kata lain, setiap orang yang mengoperasikan perangkat yang terhubung ke jaringan LAN, bisa berkoordinasi dengan baik.

Karena itu, sistem seperti ini banyak digunakan di kantor-kantor atau perusahaan-perusahaan agar semua karyawan bisa saling berkoordinasi tanpa harus mendatangi satu per satu.

1. Kontrol Perangkat dari Jarak Jauh

Secara teknis, LAN bisa dimanfaatkan untuk akses komputer jarak jauh seperti fitur Remote Desktop Manager/Connection yang terintegrasi dalam sistem operasi Microsoft. Atau juga bisa menggunakan software yang terhubung ke internet seperti Team Viewer.

2. Transfer Data Antar Perangkat

LAN juga bisa mentransfer data antara perangkat. Jadi, tidak perlu lagi menggunakan flashdisk. Untuk menghubungkan dua perangkat tersebut, bisa memakai kabel UTP atau Switch/Hub.

3. Mengirim Pesan Antar Perangkat

Bahkan, LAN bisa dimanfaatkan untuk mengirim pesan antar perangkat, seringnya digunakan untuk perangkat komputer, tanpa melalui jaringan internet.

Untuk melakukan ini, terdapat aplikasi bawaan yang disertakan dengan sistem operasi Windows, seperti winchat.exe atau perangkat lunak obrolan LAN lainnya.

Jenis LAN Berdasarkan Sistem Kerja

Sebelum Wireless LAN (WLAN), atau kita mengenalnya sebagai Wifi, LAN paling umum bekerja menggunakan sistem Ethernet. Mudahnya, menggunakan kabel. Dan masih digunakan sampai sekarang.

Selain itu, seiring perkembangan sejarah LAN, dahulu banyak perusahaan yang memproduksi sistem jaringan LAN melalui mekanisme token. Misalnya Token Ring, FDDI, dan ARCNET.

Sistem token ini pun berkembang dan semakin canggih. Pada intinya, sistem ini Menggunakan token passing dalam logical ring/loop. Hanya node yang memegang token yang dapat mengirim data, sehingga tidak terjadi collision (tabrakan data).

Tapi saat ini sistem token sudah mulai ditinggalkan karena biaya mahal dan agak sulit dikonfigurasikan. Jadi, tidak efisien dalam biaya operasional.

Sejarah LAN

Kita masuk ke pembahasan utama yakni sejarah LAN. Seperti dibilang di awal, sejarah LAN sebenarnya masih satu kesatuan dengan sejarah berbagai perkembangan teknologi di dunia.

1. Penggunaan Komputer Tunggal untuk Berbagai Kebutuhan

Komputer pertama kali dirancang oleh Charles Babbage, seorang ahli matematika Inggris, pada tahun 1822 melalui konsep Difference Engine dan kemudian Analytical Engine

Sejak saat itu, komputer banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti industri dan penelitian. Namun, membutuhkan banyak komputer karena saat itu hanya bisa menangani satu proses.

Di tahun 1940-an, penelitian di Amerika Serikat (AS) mengeksplorasi penggunaan komputer tunggal untuk menangani berbagai kebutuhan.

Komputer dapat menyelesaikan soal matematika yang rumit tetapi tidak dirancang untuk penggunaan pribadi. Orang-orang harus mengirimkan pekerjaan mereka ke komputer dan menunggu hasilnya.

Akhirnya di tahun 1950-an. Seiring dengan bertambahnya jumlah komputer dan semakin mahal biaya membuatnya, diciptakanlah Sistem Berbagi Waktu (Time Sharing System/TSS) yang memungkinkan dua atau lebih komputer menangani tugas yang sama dengan mekanisme bergantian.

2. Komputer Terhubung ke Perangkat Lainnya

Awalnya, sistem TSS hanya memungkinkan perangkat komputer yang saling terhubung. Printer dan alat-alat besar industri masih bekerja sendirian.

Di era-60an, akhirnya dikembagkanlah sebuah sistem yang membuat komputer bisa terhubung ke alat-alat seperti disebutkan.

Gagasan menghubungkan komputer ke perangkat lainnya inilah yang akhirnya mengarah pada terciptanya LAN (Local Area Network).

3. Kelahiran LAN

Seperti dijelaskan sebelumnya, kita tidak bisa melepaskan sejarah LAN dari sejarah perkembangan jaringan lainnya. Salah satunya sejarah Wifi. Bisa dibilang, sejarah Wifi ini juga menjadi tonggak perkembangan berbagai teknologi jaringan.

Di tahun 70-an, Para peneliti di Universitas Hawaii mengembangkan ALOHAnet , sebuah sistem yang menggunakan frekuensi radio untuk menghubungkan komputer. 

Sekali lagi, kunci utama LAN adalah menghubungkan antar perangkat. Dan penelitian tersebut sukses mewujudkannya bahkan tanpa menggunakan kabel sama sekali.

Beda ALOHANet, beda juga yang dilakukan oleh Robert Metcalfe di Xerox PARC. Di tahun 1973, ia mengembangkan sistem untuk menghubungkan komputer menggunakan kabel koaksial. Dan ini diyakini jadi pertama kalinya sistem Ethernet pada LAN ditemui.

Juga sudah dijelaskan sebelumnya, sistem jaringan LAN pernah menggunakan token untuk menghubungkan antar perangkat (komputer).

Mekanisme seperti ini sebenarnya lahir setelah penggunaan kabel, tepatnya di pertengahan tahun 1970-an, tak lama setelah Metcalfe menggunakan kabel untuk menghubungkan antar komputer.

Tapi karena sistem seperti ini mahal dan konfigurasinya menyulitkan, pengiriman data menggunakan kabel lebih banyak dipilih. Token pun semakin tenggelam.

4. Penetapan Ethernet Sebagai Standar LAN

Pada tahun 1983, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) resmi menetapkan Ethernet sebagai standar untuk teknologi LAN.

Tentu saja yang sangat berpengaruh terhadap keputusan ini adalah industri jaringan. Semakin banyak kantor yang memanfaatkan proyeksi LAN awal ini.

Saat itu, sistem LAN Ethernet menggunakan kabel koaksial dengan pengaturan topologi bus. Semua perangkat terhubung ke satu kabel. Pengiriman data pun langsung dilakukan ketika terhubung dengan kabel.

Seiring berjalannya waktu, dibentuk sebuah software bernama Novell NetWare untuk mengelola jaringan Ethernet ini. Dengan begitu, pengguna lebih mudah berbagi file.

5. LAN Mulai Diadopsi Kalangan Umum

LAN semakin berkembang pesat, apalagi dengan mulai berkembangnya internet di tahun 90-an. Saat itu, sistem Ethernet mulai berubah dari penggunaan kabel koaksial ke kabel berpilih (seperti Cat5).

Kabel ini lebih murah dan mudah dipasang. Karena itu, sistem jaringan seperti ini pun bisa diterapkan di kalangan masyarakat umum.

Dengan munculnya internet, komputer dan perangkat lainnya saat itu beralih menggunakan Protokol TCP/IP. Protokol ini menjelaskan bagaimana lapisan jaringan dan apa saja yang terjadi di dalamnya ketika seseorang menggunakannya.

6. Lahirnya WLAN

Puncaknya di tahun 1997, Wifi diperkenalkan. Inilah awal mula Wireless LAN (WLAN) mulai dikembangkan.

Seperti namanya, WLAN tidak lagi menggunakan kabel fisik untuk menghubungkan antar perangkat. Melainkan memanfaatkan frekuensi radio untuk jaringan internet. Saat pertama kali muncul, Wifi memanfaatkan frekuensi 2,4 GHz.

Untuk mengakses jaringan internet, setiap perangkat terhubung ke sebuah router.

Meski sudah ada internet, penggunaan LAN memakai kabel (Ethernet) nyatanya tidak tergantikan. Bahkan di awal 2000-an, gigabit Ethernet diluncurkan yang mendukung kecepatan hingga 1 Gbps untuk transmisi data.

Selanjutnya, LAN semakin berkembang dengan munculnya berbagai teknologi modern seperti penggunaan fiber optic dan Virtual LAN atau VLAN.

Ada juga software di komputer yang bisa bertugas sebagai pengontrol jaringan LAN. Disebut juga dengan Software-Defined Network atau SDN.

Kelebihan LAN              

Dengan munculnya internet, diskusi tentang apakah LAN masih dibutuhkan atau tidak terus bergulir. Banyak kantor-kantor yang meninggalkan LAN dan beralih sepenuhnya ke jaringan internet. Tapi banyak juga yang masih memanfaatkan sistem jaringan seperti ini.

Nyatanya, LAN tetap tetap vital dan bahkan bisa bersanding dan terhubung dengan berbagai teknologi jaringan lainnya.

Ini karena kelebihan LAN yang menawarkan akses transmisi data yang cepat (karena jarak dekat) yang dibutuhkan oleh semua kalangan.

Selain itu, juga karena keamanannya yang lebih baik ketimbang memanfaatkan sepenuhnya jaringan internet. Sekali lagi, karena sistem jaringan LAN yang beroperasi pada jarak dekat. Karena itu, lebih aman dari interferensi. 

fakhri

Fakhri adalah seorang Content Writer dengan Pengalaman lebih dari 5 tahun. Saat ini bekerja di Dimulti Indonesia sebagai penulis konten di website dengan Niche teknologi. Ia bekerja sama dengan para ahli dalam membuat konten.

All Post | Website