Internet of Things atau IoT saat ini semakin populer terdengar. Meski begitu, sebenarnya sejarah IoT sudah berlangsung cukup lama.
Memang istilah IoT pertama kali didengar di awal abad 20-an. Namun, sejarah pengembangannya bahkan sudah dimulai dari 100 tahun sebelumnya.
Sebagai yang hampir selalu menggunakan jaringan internet setiap hari, kita semakin terbantu dengan adanya konsep IoT ini.
Untuk menambah pengetahuan sekaligus awareness terhadap berbagai resiko penggunaan IoT, kita rasa-rasanya perlu memahami sejarah IoT lebih dalam. Kita akan bahas semuanya disini.
Apa Itu Internet of Things?
Pada intinya, Internet of Things atau IoT merupakan sebuah konsep yang menghubungkan berbagai perangkat menggunakan jaringan internet. Dengan kata lain, berbagai perangkat tersebut bisa berkomunikasi dan berkirim data menggunakan jaringan tersebut tanpa campur tangan manusia.
Komponen utama IoT tentu saja adanya jaringan internet dan perangkat. Selain itu, saat ini penerapannya juga membutuhkan sebuah atau beberapa aplikasi agar setiap perangkat tersebut bisa diatur penggunaannya dalam satu platform.
Meski begitu, aplikasi sebenarnya tidak wajib karena kebanyakan perangkat IoT saat ini menggunakan jaringan seluler atau Wifi. Otomatis, jika ada jaringan tersebut, perangkat bisa mengirim atau menerima data.
Cara Kerja IoT
Cara kerja IoT cukup mudah. Sebuah atau berbagai perangkat terhubung ke jaringan kabel atau nirkabel, menggunakan teknologi seperti Wi-Fi, NFC, seluler, Zigbee, dan LoRaWAN untuk berkomunikasi satu sama lain melalui internet.
Setelah mendapatkan sambungan melalui internet, perangkat-perangkat ini mengumpulkan informasi, menganalisis, dan melakukan tindakan sesuai dengan pemrograman.
Contoh Penerapan IoT
Perlu diketahui, IoT adalah sebuah konsep yang ditanamkan untuk membentuk sebuah ekosistem perangkat. Dengan kata lain, ini adalah cara berbagai perangkat dalam sebuah ekosistem untuk saling terhubung.
Lantas, ekosistem perangkat IoT apa saja yang bisa dibangun? Mengambil contoh penerapan saat ini, sudah sangat banyak. Berikut ini tiga contoh paling populer:
1. Smart Home
Konsep smart home adalah yang paling populer sekaligus paling dekat dengan kehidupan banyak manusia di dunia.
Sesuai namanya, konsep ini menghubungkan berbagai perangkat atau alat-alat rumah tangga yang memiliki fitur atau teknologi jaringan nirkabel untuk saling terhubung.
Berbagai teknologi bisa digunakan, salah satunya adalah WiFi yang merupakan jaringan internet terkemuka untuk kebutuhan rumah tangga.
Pintu, kulkas, televisi hingga lampu bisa terhubung ke jaringan WiFi yang dipasang menggunakan router. Setelah itu, lewat aplikasi di smartphone, perangkat-perangkat ini bisa dijalankan sesuai perintah bahkan bisa saling berkirim data.
2. Industrial IoT
Konsep ini menggunakan sebuah sensor yang ditanamkan dalam berbagai perangkat manufaktur atau pabrik. Sama seperti smart home, operator kemudian menggunakan sistem atau aplikasi untuk menjalankan berbagai mesin tersebut.
Konsep seperti ini sudah banyak diterapkan di berbagai jenis industri seperti manufaktur, kedokteran hingga logistic.
3. Smart City
Konsep smart city banyak diadopsi pemerintahan di seluruh dunia. Namun, tidak semua konsep ini merujuk pada pengguna IoT untuk tata kota.
Meski begitu, konsep Smart City yang menggunakan IoT untuk tata kota bisa kita jadikan contoh bagus. Dengan penerapan internet di berbagai fasilitas kota, masyarakat bisa diuntungkan dengan otomatisasi yang memungkinkan tata kota lebih tertib dan teratur.
Sejarah IoT
Manfaat IoT dalam kehiduoan sangat kita rasakan. Namun, semua ini tidak terlepas dari sejarah IoT yang cukup panjang. Ada banyak momen penting dalam Sejarah IoT. Disini, kita akan membahasnya dari yang paling memberikan impact dalam perkembangan konsep ini.
1. Konsep Awal dari Telegraf Nirkabel
Internet merupakan teknologi jaringan nirkabel. Jadi jika kita berbicara sejarah IoT, tentu saja tidak lepas dari sejarah perkembangan internet pertama kali.
Diketahui, saluran nirkabel pertama kali dikembangkan lewat telegraf (saluran telepon darat pertama), terjadi di tahun 1830 sampai 1840.
Tahun 1832, telegraf elektromagnetik diciptakan yang meungkinkan dua perangkat saling terhubung menggunkana sinyal listrik.
2. Pengembangan Komputer dan Internet
Perkembangan komunikasi perangkat menggunakan jaringan nirkabel terus berkembang. Sejalan dengan itu, komputer juga ikut dikembangkan sebagai cikal bakal perangkat yang pertama kali menjadi server antar perangkat yang terhubung menggunakan internet.
Kompiter pertama kali dikembangka di tahun 1950. Cukup 15 tahun hingga komputer benar-benar menjadi saksi sejarah penerapan IoT skala besar pertama kali.
Adalah NASA yang memakai komputer sebagai otak navigasi luar angkasa mereka di tahun 1965. Komputer ini diberi nama Apollo Guidance Computer (ADC).
Lewat ADC ini, NASA membuktikan bahwa komputer bisa mengumpulkan, menerima dan bertindak sesuai data yang diperoleh. Dan pengumpulan data ini dilakukan melalui sambungan internet.
Mundur tiga tahun ke belakang, di tahun 1963, internet pertama kali digunakan secara komersial dan jadi bagian dari Defence Advance Research Project Agency (DARPA) yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Di tahun 1969,seiring dengan pengembangan lainnya, DARPA berubah nama menjadi Advanced Research Projects Agency Network atau ARPANET.
3. Berawal dari Vending Machine Coca Cola
Sejak saat itu, internet itu sendiri banyak diteliti dan dikembangkan di berbagai negara dan membuahkan berbagai teknologi seperti Bluetooth, RFID, Zigbee dan sebagainya.
Pun demikian dengan komputer. Lewat berbagai penelitian, saat itu perangkat tidak hanya berbentuk komputer namun ponsel, jam tangan dan sebagainya.
Internet dan komputer (mewakili perangkat) sebagai dua komponen utama Internet of Things pun menjadi satu kesatuan lewat sebuah momen yang cukup unik.
David Nichols, seorang lulusan jurusan ilmu komputer Carnegie Mellon di Pittsburgh, merasa jengkel karena harus bolak-balik ke vending machine Coca Cola di kampus dan mendapati selalu habis. Sebagai gantinya, ia mengembangkan cara untuk melacak isi mesin tersebut dari jarak jauh.
Dengan mengambil data dari kabel yang terhubung ke lampu indikator stok, komputer David dapat melihat status mesin, termasuk apakah minuman yang diinginkan tersedia. Proses berbagi data ini menggunakan jaringan ARPANET.
4. Istilah IoT Diperkenalkan
Baru di tahun 1999 istilah Internet of Things diperkenalkan. Adalah Kevin Ashton, Direktur Eksekutif Auto-ID Labs di MIT, yang menciptakan istilah tersebut.
Ia menggunakan istilah Internet of Things saat memberikan presentasi untuk perusahaan Protect & Gambler (P&G), perusahaan yang saat ini dikenal memproduksi barang konsumen cepat saji.
Lewat kontribusinya yang memperkenalkan istilah tersebut, Kevin Ashton hingga saat ini dikenal sebagai “Bapak IoT Dunia” meski sebenarnya bukan dirinya yang pertama kali mengembangkan konsep ini.
5. Model IoT Pertama Diterapkan
Meski sebenarnya sudah banyak perangkat yang menerapkan konsep IoT, perusahaan asal Jepang LG yang diketahui pertama kali menerapkan konsep ini pada produk mereka usai istilah IoT ini diperkenalkan dan digunakan secara resmi.
LG membuat kulkas yang bisa terhubung ke jaringan internet di tahun 2000.
Lemari es ini ini memiliki kemampuan untuk membuat daftar belanjaan, menawarkan informasi real-time tentang harga dan stok produk bahan makanan, serta informasi tentang suhu lemari es, tips tentang makanan, nutrisi, resep, tanggal kedaluwarsa, informasi nutrisi, dan metode memasak produk yang disimpan di dalamnya.
Dua tahun berselang, Walmart dan Departemen Pertahanan AS jadi organisasi besar pertama yang mengadopsi model IoT Kevin Ashton untuk melacak inventaris menggunakan tag RFID.
6. Pendirian IPSO Alliance
Tahun-tahun berikutnya semakin banyak perusahaan yang menerapkan konsep IoT ini dalam pembuatan berbagai perangkat mereka.
Untuk mencegah perkembangan yang tidak terarah dan menjurus berbahaya, di tahun 2008 dibentuklah IPSO Alliance. Ini adalah kelompok perusahaan yang mendorong pemakaian protokol internet (IP) pada produk yang mereka buat.
Dengan adanya IP ini, setiap produk memiliki alamat internet yang jelas. Selain itu, juga memungkinkan pengembangan perangkat lainnya tanpa khawatir adanya saling intervensi jaringan.
7. Peluncuran IPv6
Meski tersedia sangat banyak, alamat IP ini akan habis pada masanya. Di tahun 2012, penyedia layanan internet utama dan perusahaan web sepakat untuk meningkatkan ruang IP di internet global dengan mengaktifkan IPv6.
Steve Leibson dari Computer History Museum menyatakan, “perluasan ruang alamat berarti kita dapat menetapkan alamat IPV6 untuk setiap atom di permukaan bumi, dan masih memiliki cukup alamat tersisa untuk 100+ bumi lainnya.”
Dengan kata lain, kita tidak akan kehabisan alamat internet dalam waktu dekat.
Masa Depan IoT
Catatan sejarah IoT terakhir seperti dijelaskan di atas sebenarnya masih terus berlanjut. Namun, sisanya adalah sejarah perkembangan yang semakin masif.
Misalnya, pada 20009, perangkat pelacak aktivitas (seperti smartband atau smartwatch) pertama diluncurkan FitBit. Perangkat konsumen berkemampuan nirkabel ini memberikan data waktu nyata tentang pergerakan, tidur, dan pembakaran kalori pemakainya.
Di tahun 2011, IoT mulai merambah industri dengan diterapkannya Industrial IoT atau IIOT. Inovasi ini merujuk pada sensor yang ditanamkan ke dalam mesin dan peralatan di berbagai aplikasi industri, seperti manufaktur, kedokteran, dan logistik.
Otomatisasi, ini kemudian membantu produksi industri mengurangi kesalahan, menyederhanakan proses, meningkatkan keselamatan, mengurangi biaya, memprediksi kerusakan, serta meningkatkan visibilitas.
Hingga di tahun 2014, Seoul, Ibu Kota Korea Selatan, tercatat sebagai kota pertama yang mendapatkan julukan “Kota Pintar”.
Penerapan IoT pada tatanan kota ini memungkinkan untuk mengelola dan memantau arus lalu lintas sendiri, menciptakan keamanan, dan melakukan segala praktek ke-tata kota-an yang lebih ramah lingkungan.
Pada tahun 2024 lalu, diperkirakan ada sekitar 204 miliar perangkat yang yang bisa saling terhubung di seluruh dunia. Ini bahkan 20 kali lipatnya jumlah penduduk di dunia.
Thales Group mencatat, angka ini sudah pasti akan terus bertambah apalagi dengan terus dikembangkannya josep Massive IoT, yakni jaringan perangkat terhubung yang sangat besar, yang mengirimkan data ke satu server pusat.
Konsep ini bahkan sudah diterapkan. Di tahun 2024, Juniper mencatat bahwa dalam satu tahun tersebut ada sekitar 83 miliar perangkat yang terhubung menggunakan konsep Massive IoT ini.