Lifehacks Literasi: Sejarah GSM

Di awal tahun 2000-an, kita mungkin sudah tidak asing dengan jaringan GSM yang digunakan pada alat komunikasi seperti ponsel.

Saat itu, GSM menjadi terobosan luar biasa karena benar-benar meningkatkan fungsi ponsel beserta jangkauannya. Saat itu, banyak yang akhirnya rela membeli ponsel baru demi bisa mendapatkan jaringan GSM untuk komunikasi.

Namun, gegap gempita dari terobosan teknologi baru tersebar dari panjangnya sejarah GSM. Bahkan, sudah mulai sejak 50 tahun sebelumnya.

Mengenal Apa Itu GSM

Sebelum membahas sejarah GSM, kita perlu memahami apa itu GSM terlebih dahulu. Singkatnya, ini merupakan teknologi komunikasi seluler yang bersifat digital.

Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan transmisi sinyal yang dibagi berdasarkan partisi-partisi kecil sehingga tidak saling mengganggu saat banyak pengguna menggunakannya.

Sejarah GSM

Sejarah GSM sebagai jaringan komunikasi seluler awalnya dikembangkan di Eropa di pertengahan tahun 90-an. Saat itu, Eropa yang sedang dalam masa keemasan menemukan dan menggunakan banyak teknologi nirkabel yang diimplementasikan di berbagai bidang kehidupan.

1. Pendirian Badan Telekomunikasi Eropa

Setelah sukses menggunakan teknologi komunikasi analog saat perang dunia (yang digunakan banyak militer Eropa dan Amerika Serikat), teknologi ini kemudian diadopsi dengan ide untuk penggunaan komersial.

Perlu dicatat bahwa penggunaan teknologi nirkabel ini tidak terlepas dari pengembangan jaringan seluler, namun berbagai teknologi lainnya seperti internet dan sebagainya.

Namun dalam konteks jaringan untuk berkomunikasi, tonggak sejarah awalnya saat dirikan CEPT, kepanjangan dari Conférence Européenne des Postes et des Télécommunications Administrations (Konferensi Eropa Administrasi Pos dan Telekomunikasi) di tahun 1959.

Ini adalah inisiatif 19 negara Eropa (terutama Prancis dan Jerman) untuk berkolaborasi dalam standardisasi dan penggunaan sistem telekomunikasi di wilayah tersebut.

Sejak saat itu, negara-negara di Eropa membuat berbagai bentuk teknologi penyiaran. Hal yang sama juga dilakukan Amerika Serikat.

Di antara teknologi tersebut adalah AMPS (Advanced Mobile Phone System) milik AS, Total Access Communication System yang dikembangkan Inggris, beserta Nordic Mobile Telephony (NMT) yang dikembangkan negara-negara Skandinavia.

2. Pembebasan Frekuensi 900 MHz

Tonggak sejarah selanjutnya adalah ketika Europe membebaskan frekuensi 900 MHz untuk komunikasi seluler, di tahun 1979.

Pada frekuensi ini, frekuensi uplink menggunakan frekuensi 890–915 MHz , sedangkan frekuensi Downlink menggunakan frekuensi 935–960 MHz. Sementara Bandwithnya 25 MHz.

Dengan demikian, frekuensi ini terdapat 125 kanal dimana 124 kanal digunakan untuk suara dan satu kanal untuk sinyal.

Pada perkembangannya, jumlah kanal 124 semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan yang disebabkan pesatnya pertambahan jumlah pengguna. 

3. Pembentukan GSM

Ini merupakan fakta yang unik. Pada awalnya, GSM yang kita kenal singkatan dari Global System Mobile bukanlah demikian.

Meski sudah dibebaskan frekuensi 900 MHz dan sudah banyak teknologi yang dibuat, nyatanya Eropa belum menemukan kesepakatan teknologi yang pada nantinya akan diubah menjadi sebuah standar yang akan digunakan. Ini tidak sejalan dengan misi mereka yang mengharapkan komunikasi antara negara di Eropa “Bebas Hambatan”.

Salah satu pertimbnagan mengapa belum ada kesepakatan adalah teknologi-teknologi yang dikembangkan tersebut cakupannya masih nasional dan menggunakan sistem analog yang usang.

Investasi besar hanya digunakan untuk mengembangkan teknologi nasional yang sama sekali tidak membuahkan hasil.

Negara-negara yang tergabung dalam CEPT juga masih terbagi antara menggunakan C-Netz, NMT 450, NMT 900, TACS, dan sistem milik Prancis untuk membuat standar komunikasi di Eropa.

Pada tahun 1982, sebuah kelompok khusus dibentuk oleh CEPT untuk mendefinisikan standar baru tersebut. Kelompok ini disebut Group Special Mobile (GSM). Dan inilah sebenarnya awal mla kepanjangan dari GSM.

Asumsinya, kelompok tersebut akan mendefinisikan standar analog lain yang lebih efisien.

4. Jerman dan Prancis Mulai Lebih Dulu

Namun sebelum pembentukan GSM, sebenarnya Jerman dan Prancis mengembangkan sistem analog semacam itu yang disebut S-900.

Dibalik kerjasama dengan Prancis, Jerman punya agenda sendiri yaitu mengembangkan teknologi komunikasi sendiri yang mereka beri nama C-Netz.

Pada tahun 1983, C-Netz masih belum diluncurkan. Menteri Telekomunikasi Jerman saat itu, Christian Schwarz-Schilling, mengunjungi Pabrik Siemens untuk meninjau perkembangannya.

Siemens sendiri merupakan pabrik teknologi yang kesohor dari Jerman dan ditunjuk untuk mengembangkan C-Netz.

Setelah ditinjau, ternyata Siemens jauh tertinggal. Peluncuran diperkirakan baru akan terjadi pada tahun 1985. Menteri merasa kecewa.

Ia kemudian melakukan kunjungan lain dengan SEL, penyedia infrastruktur telekomunikasi Jerman yang tergabung dalam grup ITT. Ketika ditanya tentang alternatif untuk C-Netz, SEL mengusulkan “Sistem digital”.

SEL telah bekerja untuk aplikasi militer dan mengetahui keuntungan dari sistem digital. Dengan pendanaan pemerintah saat itu, mereka mengembangkan proposal untuk sistem seluler digital murni.

Menteri Jerman tersebut merasa sudah terlambat untuk alternatif C-Netz. Namun, ia tertarik dengan pendekatan digital dan memberi SEL izin khusus untuk berpartisipasi dalam proyek S-900.

5. Prancis Menarik Diri dari Proyek S-900

Namun, usulan SEL dan keputusan Jerman merekrut perusahaan tersebut untuk ikut bergabung di proyek S-900 mendapat tentangan.

Bukan soal pabriknya, namun usulannya terkait sistem digital yang saat itu dirasa masih sangat tidak terjangkau. Para insinyur dan ilmuwan yang tergabung dalam proyek tersebut bahkan menganggap teknologi ini baru benar-benar bisa dirilis di tahun 2000.

Pemrosesan sinyal digital merupakan bidang teknik yang benar-benar baru dan hanya sedikit ahli yang benar-benar memiliki pengetahuan di bidang tersebut.

Pada akhirnya Prancis menarik diri dari sistem S900 dan mempromosikan sistem analog mereka sendiri, Radium 2000.

6. GSM Mengembangkan Sistem Digital

Entah apa yang ada di pikiran Prancis saat itu, mereka ternyata masih memikirkan tentang Sistem Digital yang digagas SEL. Sementara Jerman, masih berkutat dengan pengembangan teknologi tersebut tanpa bantuan pihak manapun.

Takdir mempertemukan kembali Jerman dan Prancis, namun bukan dalam proyek S-900. Pada akhirnya, dua negara ini sepakat kalau teknologi komunikasi Eropa generasi selanjutnya harus menggunakan sistem digital.

GSM yang saat itu masih “luntang-lantung” akibat banyaknya perkembangan teknologi komunikasi akhirnya mendapat arahan jelas: fokus ke sistem digital. Tugas utamanya adalah membuat standar Eropa untuk sistem komunikasi berbasis digital.

Untuk menghindari dominasi salah satu pihak (Jerman atau Prancis) dalam proses standarisasi, Italia juga diundang untuk berpartisipasi.

Ketiga negara tersebut menandatangani Nota Kesepahaman pada tahun 1985. Setahun kemudian, Inggris juga mengikuti proyek ini.

Pada akhirnya,  26 perusahaan telekomunikasi Eropa berpartisipasi dalam Tugas GSM ini. Mereka tidak hanya mengambil alih apa yang telah dikembangkan SEL sejauh ini, tetapi juga membawa ide-ide mereka sendiri.

Kembali ke GSM. Sebenarnya sejarah awalnya bukan sebuah teknologi, melainkan organisasi yang dibentuk kemudian bertumbuh menjadi konsorsium yang mencoba menggabungkan semua pendekatan yang berbeda untuk mengembangkan sistem digital dalam komunikasi.

7. Pembentukan Standar Pan European Mobile Network

Semakin banyaknya negara Eropa yang bergabung dalam proyek GSM, membuat organisasi ini didorong untuk segera membuat standar baru untuk jaringan komunikasi seluler berbasis Digital.

Di tahun 1987, pertemuan antara para menteri telekomunikasi Eropa berlangsung di Pulau Madeira, Portugal dan menghasilkan sebuah kesepakatan.

Setelah pertemuan tersebut, total 13 negara yang termasuk dalam proyek GSM menandatangani nota kesepakatan pembentukan standar untuk jaringan komunikasi seluler di Eropa. Nama GSM digunakan untuk standar tersebut.

8. Pembentukan ETSI

CEPT yang jadi wadah pembentukan GSM, yang pada akhirnya diikuti oleh banyak negara Eropa, kemudian membubarkan (lebih tepatnya mengembangkan) GSM.

Sebagai ganti GSM yang saat itu sudah diikuti oleh banyak negara Eropa, CEPT membentuk ETSI, kependekan dari European Telecommunications Standards Institute.

Pada tahun 1990, ETSI menerbitkan spesifikasi sistem setebal 6.000 halaman dalam standar tersebut. Baru pada April 1991, GSM secara resmi menjadi standar jaringan telekomunikasi seluler di seluruh Eropa. Dengan kata lain, proyek GSM berhasil terwujud.

Meski begitu, pengoperasian GSM baru dimulai pada tahun 1992 dengan serangkaian pengkajian mendalam tentang pelaksanaan standar tersebut.

Jumlah pengguna GSM sangat pesat. Arah pelayanan per area juga semakin tinggi. Sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz, tidak lagi menggunakan frekuensi 900 MHz seperti awal mula pengembangannya.

GSM Diaplikasikan dalam Teknologi 3G

Seperti kita ketahui, saat ini 5G NR jadi jaringan paling anda dalam teknologi seluler. Ya, angka “5” dalam penamaan tersebut merupakan urutan perkembangan teknologi. Tentu saja pendahulunya diberi nama dengan angka-angka sebelumnya (1G, 2G, 3G, dan 4G).

Karena kita membahas sejarah GSM, dan speedy kita sudah pahami bahwa GSM sebenarnya adalah nama sebuah standar, maka kita akan melompat langsung ke teknologi jaringan seluler yang menggunakan standar ini.

Adalah teknologi 3G yang pertama kali mengaplikasikan standar GSM untuk operasionalnya.

Teknologi 3G diperkenalkan pada tahun 1990-an, sejalan dengan perkembangan akhir sejarah GSM, seperti yang diterangkan sebelumnya.

Namun sebelum menggunakan standar GSM, teknologi ini masih memakai standar lama Code Division Multiple Access atau CDMA yang sebelumnya sudah dipakai di teknologi 2G.

Namun setelah jepang mengeluarkan standar UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) di tahun 2001 yang mengacu pada standar GSM sebelumnya, banyak negara di dunia mengadopsi standar ini untuk operasional teknologi 3G.

Akhir Oktober 2001, Cingular (AT&T, perusahaan asal Amerika Serikat), merupakan perusahaan pertama yang mengumumkan perpindahan jaringan ke GSM 3G. Saat itu, 22 juta penggunanya otomatis bermigrasi besar-besaran dari CDMA ke GSM.

Pada tahun 2005, diperkirakan ada sekitar 1,5 miliar orang yang menggunakan operator jaringan seluler dengan teknologi GSM.

Situasi Jaringan GSM Saat Ini

Dengan munculnya teknologi 4G LTE dan 5G NR, banyak yang beranggapan bahwa jaringan GSM sebentar lagi akan mati.

Kenyataannya, masih banyak operator seluler di seluruh dunia yang membuka jaringan tersebut, meski kebanyakan bukan untuk sistem komunikasi. Misalnya hanya untuk Internet of Things.

Namun memang kebanyakan operator untuk jaringan komunikasi seluler sudah menyuntik mati teknologi ini. Sebagai contoh, AT&T (AS), Sprint (AS) dan T-mobile (Jerman) sudah menonaktifkan jaringan 3G sejak tahun 2022.

Di Indonesia pun demikian. Saat ini hampir semua operator seluler sudah tidak lagi membuka jaringan 3G (GSM) untuk operasional pelanggannya. 

fakhri

Fakhri adalah seorang Content Writer dengan Pengalaman lebih dari 5 tahun. Saat ini bekerja di Dimulti Indonesia sebagai penulis konten di website dengan Niche teknologi. Ia bekerja sama dengan para ahli dalam membuat konten.

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *