Sejarah router yang begitu panjang ternyata erat kaitannya dengan penggunaan switch. Pada dasarnya, keduanya punya fungsi yang mirip, yakni memungkinkan perangkat berkomunikasi.
Meski begitu, switch dan router nyatanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan switch vs router ini bahkan menyentuh hingga tingkat fungsionalitas di sisi end user.
Dengan kata lain, menggunakan switch memberikan pengaruh yang berbeda dengan menggunakan router, atau sebaliknya.
Untuk memahami lebih lanjut perbedaan keduanya, simak artikel ini sampai habis.
Apa Itu Jaringan?
Seperti dijelaskan di atas, switch dan router sebenarnya memiliki peran yang mirip, yakni memungkinkan perangkat berkomunikasi dalam jaringan.
Yang jadi pertanyaan, apa yang dimaksud dengan jaringan? Sederhananya, jaringan adalah jalur yang dibangun dalam tingkat gelombag elektromagnetik.
Penggunaan sumber daya alam tersebut bisa beberapa macam. Bisa menggunakan radio frekuensi, listrik, dan lain sebagainya.
Jaringan ini yang akan menghubungkan berbagai perangkat dengan perangkat lain yang berdekatan, atau bahkan dari ujung ke ujung dunia (memakai internet).
Jadi kalau kita merasakan manfaat bisa berhubungan dengan orang yang bahkan belum pernah kita temui sama sekali, ini berkat adanya jaringan.
Sementara switch dan router adalah dua alat yang mengatur lalu lintas jaringan tersebut. Perbedaan switch vs router pada dasarnya hanya jangkauannya. Switch jaringan lokal yang terbatas, router bahkan bisa menghubungkan dua perangkat di berbagai belahan dunia lewat jaringan internet.
Apa Itu Switch?
Switch adalah sebuah perangkat keras yang berfungsi menghubungkan antara dua atau lebih perangkat dalam jaringan lokal (LAN). Jaringan lokal sendiri adalah sebuah ekosistem jaringan yang terbatas di area tertentu.
Analogi mudahnya begini. Dua komputer yang terhubung ke switch akan bisa saling berbagi informasi, misalnya untuk mengirimkan file atau berbagi software.
Jika ada satu lagu perangkat yang terhubung ke switch, alat ini juga akan mengatur perangkat-perangkat mana yang perlu berbagi data atau informasi tersebut.
Jadi selain sebagai jalur untuk dua perangkat berbagi data, switch juga mengatur pergerakan data dari dan ke setiap perangkat. Dengan begitu, data atau informasi akan terkirim sesuai dengan alamatnya.
1. Cara Kerja Switch
Switch memiliki 24/48 port atau kelipatannya. Perangkat seperti komputer, laptop, dan lain sebagainya menggunakan kabel khusus untuk terhubung ke switch.
Setelah itu, switch akan mengenali MAC Address dari masing-masing perangkat yang terhubung. MAC Address sendiri merupakan kode unik jaringan yang dimiliki setiap perangkat.
Setelah mengenali masing-masing MAC Address, switch akan bekerja sesuai perintah, mengirimkan data (informasi) ke MAC Address yang dituju.
2. Mengapa Menggunakan Switch?
Yang jadi pertanyaan, mengapa kita harus menggunakan switch sementara sudah banyak teknologi agar perangkat bisa saling terhubung?
Jawabannya adalah keamanan. Fungsi switch yang hanya menjadi jembatan dua atau lebih perangkat berkomunikasi tanpa ada modifikasi di dalamnya membuat pengiriman data lebih aman.
Berbeda dengan router yang menggunakan IP Address untuk mengirimkan data. Pembuatan IP Address ini tergantung routernya.
Dan ada kemungkinan diinterferensi ketika proses pengiriman tersebut akibat perangkat tidak memiliki “alamat” yang tetap.
3. Penggunaan Switch
Penggunaan umum switch biasanya ditemukan di gedung-gedung perkantoran. Kantor yang memiliki banyak data privasi butuh pengelolaan jaringan yang aman. Disisi lain, kemudahan komunikasi antar perangkat juga dibutuhkan.
Switch juga bisa digunakan dalam skala rumah, kalau rumah anda sekaligus digunakan sebagai kantor. Kalau mau koneksi internet, tinggal ganti dengan router.
Penggunaan switch di rumah juga bagus jika anda ingin membangun sistem smart home. Setiap peralatan rumah yang menggunakan listrik dan ada fitur digitalnya bisa dihubungkan ke switch agar bisa saling berbagi informasi.
Meski begitu, penggunaan switch untuk smart home sebenarnya tidak terlalu efisien mengingat sudah banyak produsen peralatan rumah yang menyertakan aplikasi agar semua peralatan tersebut bisa diatur hanya di satu genggaman.
Apa Itu Router?
Router juga mengelola jaringan lokal seperti switch. Bedanya, router juga bisa menghubungkan beberapa jaringan tersebut ke jaringan yang lebih luas. Yang umum adalah Wide Area Network atau WAN, kita kenal dengan nama Wifi.
1. Cara Kerja Router
Perangkat dihubungkan ke router, sama seperti switch. Bedaya, router biasanya menyediakan akses nirkabel untuk menghubungkan perangkat tersebut, tidak hanya lewat kabel.
Setelah perangkat terhubung ke router, yang artinya jaringan perangkat tersebut sudah masuk ke router, router akan mengelolanya agar bisa berhubungan dengan perangkat lain.
Selain itu, seperti dijelaskan, agar jaringan dari beberapa perangkat tersebut juga bisa mengakses jaringan yang lebih besar seperti internet.
Seperti yang sudah sedikit dijelaskan, untuk menghubungkan beberapa perangkat (jaringan) ke jaringan yang lebih luas (internet), router akan merutekan IP Address dari setiap perangkat. IP Address ini bisa berbeda-beda tergantung sesi penggunaan internet.
2. Router Semakin Banyak Digunakan
Router identik dengan wifi. Dan memang begitu adanya. Seperti kita ketahui, wifi sudah jadi barang wajib terutama jika kita mengunjungi pusat-pusat keramaian.
Penggunaan router untuk mengakses jaringan internet memungkinkan sebuah perangkat tidak perlu menggunakan jaringan seluler yang terpasang di dalamnya. Dan seperti kita ketahui, untuk mengaktifkan jaringan seluler itu perlu bayar.
Router pun perlu bayar untuk mengakses jaringan internet. Tapi karena biasanya ini merupakan fasilitas gratis, jadi sangat menguntungkan bagi pengguna.
Kelebihan router lainnya, sangat cocok digunakan untuk area yang terbatas seperti rumah. Disis lain, menginginkan kecepatan jaringan internet yang bagus. Router bisa mengakomodir hal tersebut.
Namun, karena pada dasarnya router hanya mengelola jaringan perangkat di kawasan lokal atau terbatas, hambatan seperti dinding bangunan yang tebal atau jalur ruangan berbelok-belok bisa membuat kecepatan akses ke internet jadi lambat.
3. Penggunaan Router
Sudah tidak perlu dijelaskan lagi, bukan? Kantor, rumah, toko, stasiun, dan semua tempat yang membutuhkan akses jaringan internet cepat bisa menggunakan router.
Namun pastikan pemilihan routernya tepat. Karena ada router yang hanya bisa menerima jaringan perangkat lewat kabel, tidak dengan nirkabel.
Dengan kata lain, harus menggunakan kabel yang menghubungkan perangkat ke router agar perangkat tersebut bisa mengakses jaringan internet. Jenis seperti ini lebih cocok untuk penggunaan pribadi di rumah.
Perbedaan Switch vs Router
Dari sekian banyak penjelasan di atas, disini kita akan merangkum perbedaan switch vs router menjadi sebuah tabel agar lebih mudah dipahami:
| Kategori | Switch | Router |
| Fungsi Utama | Menghubungkan antar perangkat dalam jaringan LAN. | Menghubungkan perangkat (jaringan LAN) ke WAN/internet |
| Lapisan OSI* | Lapisan 2 (Data Link) | Lapisan 3 (Network/Jaringan) |
| Alamat yang Digunakan | Alamat MAC (MAC Address) | Alamat IP (IP Adress) |
| Penanganan Data | Meneruskan data dalam jaringan | Mengarahkan data antar jaringan |
| Jumlah Port | 8–48 (atau lebih) port Ethernet (kabel) | 1 Port WAN (kabel) dan 4 (atau lebih) Port LAN (kabel atau Wifi) |
| Dukungan Nirkabel | Tidak tersedia | Biasanya menggunakan Wi-Fi |
| Fitur Keamanan | Minimal, namun aman karena penggunaan jaringan lokal | Ada fitur firewall, NAT, VPN |
| Kecepatan | Bisa sampai 1 Gbps atau lebih | Bergantung pada kondisi jaringan internet |
| Arah Lalu Lintas Jaringan | Lalu lintas jaringan internal | Lalu lintas internet dan jaringan eksternal |
| Penggunaan Umum | Komunikasi antar perangkat | Komunikasi jaringan ke internet |
*Lapisan OSI adalah model konseptual 7 lapis yang distandarisasi oleh ISO untuk menjelaskan bagaimana sistem komputer yang berbeda dapat berkomunikasi secara standar melalui jaringan. Setiap lapisan memiliki fungsi spesifik dalam proses pengiriman data dari aplikasi hingga ke media fisik.
Memilih Antara Switch vs Router
Cuma satu hal yang perlu anda pertimbangkan kalau mau memilih antara router vs switch : ketersediaan akses internet. Sudah jelas, router yang mampu mengakomodirnya.
Namun, kalau anda hanya mau menghubungkan antar perangkat (laptop, komputer, printer, dan lainnya), penggunaan switch lebih direkomendasikan.
Alasannya? Hanya biaya listrik yang perlu anda bayar. Itupun tidak seberapa. Berbeda kalau menggunakan touter yang perlu membayar biaya langganan bulanan.
Bisakah Router dan Switch Digunakan Bersamaan?
Jawabannya: bisa. Ini karena port yang menghubungkan perangkat ke switch itu jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang port pada router.
Anda bisa menggunkaan switch untuk menghubungkan lebih banyak perangkat berkabel ke router. Ini dilakukan kalau perangkat tersebut tidak memiliki fitur wifi di dalamnya.
Router yang terhubung ke Internet Service Provider (ISP) terhubung dengan switch pada portnya. Switch yang juga punya port (dan jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang router), akan dihubungkan ke berbagai perangkat. Disini, switch berfungsi untuk memperluas jangkauan jaringan internet.
Satu hal yang perlu diperhatikan, semkin banyak perangkat, kecepatan akses internet semakin lambat. Jadi, walaupun bisa banyak perangkat terhubung, percuma kalau kecepatan internernya lemot, bukan?