Membimbing Anak Belajar

Di manapun lokasi belajarnya, apapun metode pembelajarannya, panduan dalam membimbing anak belajar sangat diperlukan.

Orang tua dituntut berperan aktif dalam membimbing anak belajar. Keberhasilan anak dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya ditentukan dari tugas guru, namun juga dari kerja sama anak dan orang tua.

Tidak sedikit orang tuan yang mengeluh jika anak malas belajar. Nah artikel ini bisa membantu Anda dalam membimbing anak belajar ketika berada di lingkungan rumah.

Ini penting aga kegiatan belajar di rumah tidak menjadi sumber stress bagi orang tua ataupu si anak.Selain itu kita sebagai orang tua tidak boleh membiarkan semangkat belajar anak menurun begitu saja.

15 Panduan Dalam Membimbing Anak Belajar

Berikut beberapa tips dalam membimbing anak belajar yang bisa dilakukan orang tuan untuk membantu anak belajar dengan baik di rumah ataupun di sekolah:

1. Kenali Macam-Macam Tipe Anak

Membimbing anak belajar yang pertama yang harus dilakukan adalah mengenali tipe dan karakter si anak.

Masing-masing anak punya kepribadian unik sehingga berpengaruh pada cara belajarnya. Untuk itulah, sudah menjadi tugas orang tua agar bisa memahami tipe serta gaya belajar dari anak.

Gaya belajar anak sendiri juga bervariasi dari mulai visual, kinestetik hingga auditori. Anak yang senang dengan gaya belajar kinestetik lebih suka dengan belajar aktif, lewat permainan dan juga bergerak.

Ini berbeda dengan gaya belajar anak auditori yang senang dengan ketenangan. Beberapa cara yang bisa bunda lakukan untuk mencari gaya belajar anak menurut psikolog adalah sebagai berikut:

  • Perbanyak menghabiskan waktu dengan anak agar busa memahami gaya belajar anak.
  • Tanyakan kesulitan yang sedang dihadapi anak.
  • Komunikasi dengan guru sebagai tenaga pendidik yang mengajarkan anak secara langsung.

2. Berikan Tugas Memakai Sistem STEAM

Belajar Selama Pandemi via studyfromhome.co.nz
via studyfromhome.co.nz

Membimbing anak belajar juga bisa dilakukan dengan memberikan tugas memakai sistem STEAM. Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics [STEAM] berfokus pada komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, mencari solusi, riset serta kreativitas.

Lewat metode ini, maka anak bisa mengembangkan 5C yakni collaboration, creativity, critical thinking, communication serta character. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari metode ini, seperti:

  • Pembelajaran yang dipakai berbasis teknologi ilmiah serta kemampuan menyelesaikan masalah di kehidupan nyata.
  • Anak akan belajar melihat pola, berproses, berlatih keterampilan berpikir kreatif, komunikasi serta kolaborasi.
  • Anak akan belajar berani menyampaikan ekspresi diri baik itu kritik atau pendapat. Dengan begitu, anak bisa lebih terbuka pada persepsi atau pendapat orang lain.
  • Potensi anak untuk membuat koneksi bahan pembelajaran, desain pembelajaran dan lingkungan sekitar bisa berkembang.
  • Anak bisa memperoleh banyak informasi sehingga bisa berpikir kreatif dan kritis pada hal baru. Anak nantinya akan terdorong untuk memecahkan masalah dengan teman dan guru.

3. Perhatikan Gangguan yang Bisa Merusak Konsentrasi Anak

Gadget menjadi satu dari banyak gangguan belajar. Untuk itu, orang tua harus bisa disiplin serta tegas untuk membatasi pemakaian gadget setiap hari. Contohnya, berikan waktu sekitar 1 hingga 2 jam sehari untuk memakai gadget ketika menonton atau bermain.

Saat anak sedang memakai gadget, maka pastikan untuk selalu didampingi supaya tidak disalahgunakan. Sementara jika sudah masuk waktu belajar, maka jauhkan gadget dari jangkauan anak. Dengan begitu, anak tidak akan memainkan gadget tanpa izin yang bisa mengganggu aktivitas belajar.

4. Selalu Dampingi Anak Selama Belajar

Agar belajar di rumah bisa berjalan dengan efektif, maka orang tua juga harus selalu mendampingi anak ketika belajar.

Dengan pendampingan orang tua, maka anak bisa terbantu ketika mencari solusi masalah pada pelajaran yang sedang dihadapi anak. Cara ini juga penting untuk meningkatkan rasa percaya diri anak karena akan lebih tenang mengerjakan ujian atau tes dari guru.

5. Pastikan Komunikasi Dengan Guru Terjaga Dengan Baik

Belajar di rumah membuat orang tua harus mengambil peran besar untuk memantau kegiatan belajar.

Dengan melakukan komunikasi secara rutin, maka gaya belajar anak setiap hari di sekolah bisa diketahui dan diterapkan di rumah. Menjaga komunikasi dengan guru juga bisa dijadikan solusi untuk menghadapi salah satu kendala belajar di rumah.

6. Buat Kondisi Rumah Menyerupai Sekolah

Membuat kondisi rumah menyerupai sekolah juga harus dilakukan untuk mendukung belajar di rumah yang dilakukan anak-anak.

Saat anak belajar, pilih waktu dan tempat yang nyaman sehingga anak bisa belajar dengan baik. Jika program belajar daring dilakukan seharian, usahakan supaya anak tetap bangun pagi dan mandi seperti biasa karena bisa berpengaruh pada proses belajar anak.

7. Jaga Manajemen Waktu Dengan Baik

Supaya waktu belajar anak bisa semakin teratur, maka minta anak untuk belajar dengan fokus pada tugas yang diberikan guru.

Untuk anak yang belum terbiasa mandiri, maka umumnya akan mengerjakan tugas di beberapa menit terakhir tenggat waktu yang sudah diberikan.

Untuk itu, sebaiknya ajar anak untuk membiasakan diri belajar serta mengerjakan tugas di awal waktu yang menjadi keharusan untuk siswa.

8. Pastikan Anak Belajar Dengan Serius

Kesalahan yang paling sering dilakukan anak adalah tidak terlalu fokus pada saat belajar di rumah. Ada banyak gangguan yang bisa menghambat proses belajar anak.

Dari mulai menonton video, membaca konten berita hingga media sosial semuanya bisa mengganggu waktu belajar anak.

Untuk itu, pastikan anak selalu fokus dan konsisten selama waktu belajar. Jauhkan segala hal atau benda yang mungkin bisa mengganggu proses belajar anak. Apabila mungkin, buat juga ruang khusus untuk belajar dan jauhkan dari gangguan anggota keluarga yang lain.

9. Mendongeng Secara Virtual

Belajar Selama Pandemi
via architecturaldigest.in

Kegiatan virtual sekarang ini sudah menjadi sebuah kebiasaan baru termasuk dalam dunia pendidikan. Anak nantinya bisa mencari berbagai dongeng yang tersedia secara vitual.

Dengan begitu, proses mendongeng tidak akan terasa membosankan sebab tidak hanya mendengarkan cerita, namun anak juga melihat visualisasi lewat gambar. Ini semua bisa membantu tumbuh kembang otak anak semakin baik.

10. Ikuti Pelajaran Seperti Seharusnya

Banyak anak yang abai karena situasi belajar di rumah berbeda dengan sekolah. Namun, ini semua bisa memberikan dampak buruk apabila terus dilakukan selama proses belajar.

Untuk itu, sebaiknya biasakan anak untuk tetap belajar seperti seharusnya. Sediakan semua kebutuhan belajar anak sama seperti sekolah seperti buku catatan, paket buku cetak serta alat tulis.

11. Sediakan Peralatan Belajar yang Diperlukan Anak

Belajar di rumah memang tidak semudah seperti yang dipikirkan. Ada cukup banyak hal yang harus disediakan supaya proses belajar anak bisa semakin lancar. Ini semakin penting dilakukan mengingat kegiatan belajar melibatkan teknologi seperti aplikasi.

Ada beberapa peralatan yang sangat dibutuhkan supaya proses belajar bisa berjalan dengan kondusif. Beberapa diantaranya adalah perangkat komputer atau laptop, ponsel serta internet. Jika ada salah satu dari perlengkapan ini yang kurang, maka bisa mengganggu live chat belajar anak.

12. Pasang Instrumen Musik

Agar kegiatan belajar di rumah bisa berjalan dengan maksimal, maka pertimbangkan untuk memasang instrumen musik. Ini disebabkan tidak semua anak bisa belajar dengan baik di situasi yang tenang. Namun, pastikan jenis musik yang dipilih bisa membantu proses belajar dan bukan mengganggu.

Memilih musik favorit anak bisa dikataakan kurang tepat karena hanya akan membuat anak terhanyut dengan musik tersebut. Satu dari beberapa aliran musik yang bagus adalah lo-fi music untuk memberikan efek yang menenangkan. Selain itu, bisa juga dipasang soundtrack film favorit anak.

13. Buat Grup Chat Menjadi Kondusif untuk Kelompok Belajar

Tentunya, anak akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan teman-temannya ketika di rumah. Dalam kondisi seperti ini, hal yang harus dipahami adalah memanfaatkan berbagai teknologi agar tetap berhubungan dengan teman sekolahnya.

Aplikasi chat yang bisa dipakai diantaranya adalah Line serta Whatsapp. Berbagai chat tersebut bisa dimanfaakan untuk membentuk grup diskusi yang bisa digunakan untuk menanyakan materi pembelajaran ke teman-temannya.

14. Tentukan Waktu Belajar Dengan Baik

Membimbing anak belajar juga bisa dilakukan dengan menentukan waktu belajar secara baik. Hindari belajar larut malam. Jika materi belajar tidak selesai sebelum jam 22:00, sebaiknya dilanjutkan pada dini hari setelah bangun tidur, sebelum berangkat sekolah.

15. Rapikan Meja Belajar Anak

Selain menentukan waktu, merapikan meja belajar juga sangat penting dilakukan. Membimbing anak belajar tidak terbatas pada pembelajaran formal. Urusan adab juga penting untuk diperhatikan.

Selain membantu anak belajar tentang materi sekolah, merapikan meja belajar juga berguna untuk membersihkan serta membuang barang yang sudah tidak dibutuhkan. Pastikan meja belajar anak luas agar bisa belajar serta berkreasi dengan lebih bebas.

Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban menyampaikan pada anak jika belajar memang harus dilakukan baik di rumah maupun di rumah. <LH>

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Ada Daycare dan Preschool Islami di Margonda Depok. Bisa dijadikan partner untuk Terapi tumbuh kembang anak yang lengkap. Ada Pengawasan dokter & psikolog memiliki tempat Aman, nyaman & homey namanaya DIMULTI Daycare.

Jika Bunda sibuk, bisa memilih daycare untuk membantu tumbuh kembangnya lebih aman dan nyaman. Tentunya Bunda wajib memilih tempat penitipan anak di Depok yang sudah memiliki izin resmi dari pemerintah dan memberikan akses cctv kepada orang tua.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Shaqina

Love to write and sing, Love to be a good person. Di sini freelance writer - Sekarang statusnya sebagai Alumni LifeHacks - Mengulas berbagai niche topik termasuk mereview produk perlengkapan renang, seputar tips, kiat berenang dan ulasan topik seputar bidang kolam renang lainnya,

All Post | Website