10 contoh kalimat efektif di artikel ini, pastinya sering dijumpai pada berbagai macam teks paragraf hingga percakapan sehari-hari.
Dimana, ciri khas dari kalimat efektif tersebut harus ditulis sesuai kaidah kebahasaan untuk mengungkapkan gagasan dengan tepat.
Selain itu, kalimat efektif umumnya tidak menimbulkan makna ganda ataupun terlalu banyak kata yang tidak penting, sehingga isinya pun pasti lebih jelas.
Dalam KBBI, kalimat efektif harus memiliki kesatuan ujaran, satuan bahasa, hingga pola intonasi atas kalusa yang aktual.
Alhasil, jika kalimat yang disampaikan penulis tersebut mampu dipahami oleh pembaca, artinya gagasan tersebut sudah ditulis dengan efektif.
Nah, untuk memahami penggunaan kalimat efektif, berikut ini beberapa contoh sekaligus ciri kalimatnya yang benar.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif yang Tepat
Kalimat efektif idealnya disampaikan dengan kalimat yang jelas, singkat, padat, dan lengkap.
Untuk mempelajarinya, mari perhatikan dahulu ciri-ciri khusus kalimat efektif sebagai berikut.
Memiliki Struktur Kalimat yang Setara
Struktur kalimat yang setara merupakan salah satu ciri dari kalimat efektif. Artinya, kalimat tersebut harus memiliki keseimbangan antara struktur dan gagasannya, sehingga mampu menghasilkan informasi yang tepat.

Adapun syarat kalimat efektif dikatakan setara, antara lain:
1. Memiliki Subyek dan Predikat Jelas
Agar suatu kalimat dikatakan efektif, maka harus terdiri dari subyek dan predikat jelas.
Jangan sampai Anda menggunakan kata depan sebelum penyebutan subyek, seperti di, dalam, untuk, pada, tentang, sebagai, terkait, menurut, dan lainnya.
- Bagi seluruh penumpang kereta api diharapkan antri dengan teratur. (Kalimat Tidak Efektif)
- Seluruh penumpang kereta api diharapkan antri dengan teratur. (Kalimat Efektif)
- Tidak Bersubyek Ganda
- kalimat yang efektif juga dilarang memiliki dua buah subyek, sebab hal ini akan mengurangi tingkat kefokusan pembaca.
- Penyusunan proposal bisnis saya itu dikerjakan bersama karyawan bidang marketing. (Kalimat Tidak Efektif)
- Dalam menyusun proposal bisnis tersebut, saya kerjakan bersama karyawan bidang marketing. (Kalimat yang Efektif)
- Tanpa Memakai Kata Penghubung
Kata penghubung memiliki banyak macamnya, seperti sehingga, kemudian, dan, setelah itu, selanjutnya, dan lain-lain.
Namun, kata hubung tersebut hanya boleh difungsikan pada kalimat majemuk dan bukan pada kalimat tunggal.
- Kami tiba di sekolah agak telat. Sehingga, kami dihukum agar mengitari lapangan basket. (Kalimat Tidak Efektif)
- Kami tiba di sekolah agak telat, sehingga kami dihukum agar mengitari lapangan basket. (Kalimat yang Efektif)
- Tanpa Memakai Kata “Yang” Sebelum Predikat
Sebuah predikat atau kata kerja dalam kalimat tidak boleh didahului dengan kata “yang” karena ini justru merusak makna predikat tersebut.
- Kantor kami yang terletak di depan Swalayan Abadi. (Kalimat Tidak Efektif)
- Kantor kami terletak di depan Swalayan Abadi. (Kalimat yang Efektif)
- Kalimat Harus Paralel
Ciri lainnya yaitu harus memiliki bentuk parallel atau sejajar.
Artinya, jika kalimat pertama sudah menyebutkan kata kerja, maka di kalimat selanjutnya juga harus menggunakan bentuk kata kerja.
- Tahapan membuat jus semangka, meliputi pencucian buah semangka, pemotongan buah, menuangkan air ke dalam blender, hingga penambahan gula dan susu. (Kalimat Tidak Efektif)
- Tahapan membuat jus semangka, meliputi pencucian buah semangka, pemotongan buah, penuangan air ke dalam blender, hingga penambahan gula dan susu. (Kalimat yang Efektif)
- Kalimat Harus Logis
Syarat lainnya yakni memuat kelogisan bahasa agar ide yang diucapkan dapat diterima oleh orang lain.
Kelogisan dapat dilihat dari cara penulisan, penggunaan kata baku, hingga kesesuaian ejaan kalimat.
- Kepada peserta paduan suara, waktu dan tempat kami persilakan tampil ke depan. (Kalimat Tidak Efektif)
- Kepada peserta paduan suara, kami persilakan tampil ke depan. (Kalimat Efektif)
- Kalimat yang Hemat
Kalimat efektif yang hemat dapat diartikan bahwa ide atau gagasan tersebut harus disampaikan dengan penuh kecermatan dan kehati-hatian.
Jadi, tidak ada kata, frasa, atau bentuk lain yang terkesan memboroskan kalimat.
Beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat menyusun kalimat hemat, antara lain:
- Jangan mengulang subyek dalam satu kalimat hingga dua kali atau lebih.
- Hindari penggunaan dua kata yang bermakna sama atau sinonim dalam sebuah kalimat.
- Jika terdapat kata bermakna jamak atau banyak, maka jangan sebutkan kalimat lainnya yang juga mengandung makna jamak.
- Hindari penggunaan kata yang terkesan bertele-tele, sebab ini akan menyulitkan pemahaman pembaca.
Nah, untuk lebih jelasnya, berikut beberapa contoh kalimat yang bermakna hemat:
- Para hadirin sekalian dimohon duduk kembali. (Kalimat Tidak Efektif)
- Hadirin dimohon duduk kembali. (Efektif)
Penjelasan: Kata “Hadirin” dalam kalimat tersebut bermakna jamak (seluruh tamu yang hadir).
Jadi, tidak perlu menambahkan kata “Para” dan “Sekalian” karena termasuk pemborosan kata.
2. Ketepatan Pemilihan Kata
Ketepatan kalimat efektif bertujuan agar tidak menimbulkan makna ganda bagi pembaca maupun pendengar.
Jadi, sebelum menyusun kalimat efektif tersebut, Anda harus paham kosakata baku dan pemilihan kata yang tepat.
- Sepeda jadul kurator yang antik itu terjual dengan harga tinggi. (Tidak Efektif)
- Sepeda jadul antik milik curator itu terjual dengan harga tinggi. (Efektif)
10 Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif
Nah, setelah mengetahui ciri dan syarat kalimat efektif, tentunya juga penasaran dengan contohnya bukan?

Jangan khawatir, berikut ini ada 10 contoh dengan kosakata baku dan telah memenuhi syarat tadi, simak ya.
1. Buku pelajaran dibagikan sekolah kepada seluruh siswa-siswi kelas VI. (Tidak Efektif)
Sekolah membagikan buku pelajaran kepada siswa-siswi kelas VI. (Efektif)
2. Lebah merupakan jenis serangga yang sangat menyukai madu. (Tidak Efektif)
Lebah merupakan serangga yang menyukai madu. (Efektif)
3. Ada berbagai macam-macam minuman menyegarkan yang dijual di cafe kekinian itu. (Tidak Efektif)
Ada berbagai minuman menyegarkan yang dijual di cafe kekinian itu. (Efektif)
4. Baik konsumen baru maupun lama di Toko Serba Ada dikenakan syarat pembelian yang sama. (Tidak Efektif)
Seluruh konsumen yang berbelanja di Toko Serba Ada dikenakan syarat pembelian yang sama. (Efektif)
5. Hidayat merupakan salah satu siswa paling terpandai di sekolahnya. (Tidak Efektif)
Hidayat merupakan salah seorang siswa terpandai di sekolahnya. (Efektif)
6. Banyak para murid kelas 7 yang tidak masuk sekolah dikarenakan sakit demam berdarah. (Tidak Efektif)
Banyak murid kelas 7 yang tidak masuk sekolah dikarenakan sakit demam berdarah. (Efektif)
7. Sania pergi ke toko buku dan Sania membeli buku dan pensil. (Tidak Efektif)
Sania pergi ke toko buku untuk membeli buku dan pensil. (Efektif)
8. Semarang merupakan kota yang termasuk salah satu kota di Jawa Tengah. (Tidak Efektif)
Semarang merupakan kota yang terletak di Jawa Tengah. (Efektif)
9. Setelah bermain petak umpet dengan adiknya, kemudian Toni tertidur karena kelelahan. (Tidak Efektif)
Setelah bermain petak umpet dengan adiknya, Toni tertidur karena kelalahan. (Efektif)
10. Meskipun tergolong murid pintar, namun Hendra tidak pernah menyombongkan dirinya. (Tidak Efektif)
Meskipun tergolong murid pintar, tetapi Hendra tidak sombong. (Efektif)
Demikianlah 10 contoh kalimat efektif beserta ciri-cirinya yang mampu menambah wawasan berbahasa Anda.
Pastikan Anda menerapkan syarat penulisan kalimat efektif tadi agar tidak menimbulkan salah tafsir bagi orang yang membaca atau mendengarkannya.
Dengan memahami cara membuat kalimat efektif akan memudahkan Anda dalam membuat teks khususnya untuk teks penting seperti press release misalnya. [LH]